
SERAYUNEWS-Larangan suporter untuk away alias menonton di kandang lawan sudah ditetapkan. Bahkan, aturan ini berlaku dari BRI Super League di kasta pertama sampai Liga 4 di kasta terbawah. Namun, faktanya larangan ini tidak mempan, masih ada suporter yang away.
PSSI Jateng dan klub tuan ruma sudah mewanti-wanti larangan suporter away. Pelanggaran atas larangan ini bisa dikenakan sanksi. Namun, praktik di lapangan, fanatisme suporter memang tidak bisa dibendung. Tetap saja ada yang away ke kandang lawan.
Misalnya adalah saat PSIP vs Persibas pada Sabtu (3/1/2026). Dari video yang banyak beredar tak dapat dipungkiri bahwa sebagian penonton adalah fans Persibas. Laga ini sendiri berakhir 4-1 untuk tim tamu Persibas.
Kemudian, saat ISP Purworejo menjamu Persibat Batang, sangat kentara dukungan kencang justru menyebut Persibat Batang. Dari video siaran langsung via YouTube terdengar dengan jelas bagaimana suporter mendukung Persibat yang berlaku sebagai tim away.
Sekalipun Liga 4 Jateng ini adalah sepak bola kasta terendah, tapi fanatisme suporternya juga tidak perlu diragukan lagi. Walaupun mungkin secara kuantitas tetap kalah dari tim mapan di BRI Super League, tapi fanatisme suporter di sebagain tim Liga 4 tidak bisa dipandang sebelah mata.
Seperti diketahui, larangan suporter away mengemuka setelah adanya tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang pada Oktober 2022. Saat itu, dari tragedi tersebut ratusan orang meninggal dunia.
Dari insiden itu, PSSI kemudian membuat larangan suporter away. Larangan berlaku dari kasta tertinggi sampai kasta terendah. Namun sekali lagi memang, fanatisme suporter Indonesia tidak bisa diragukan lagi. Jangankan di dalam negeri, ketika timnas main di luar negeri saja, suporter Indonesia tetap ada.