
SERAYUNEWS – Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, secara resmi mengajak warganya untuk memperkuat kepedulian sosial melalui Gerakan Cinta Zakat.
Langkah ini diambil mengingat besarnya potensi zakat umat Islam di wilayah tersebut yang dinilai mampu menjadi pilar utama dalam pemberdayaan ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan masyarakat.
Dalam acara yang diinisiasi oleh BAZNAS Banyumas pada Kamis (12/3/25), Sadewo menekankan bahwa gerakan ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban agama, melainkan upaya kolektif untuk mengakselerasi kesejahteraan daerah.
Terkait teknis pengumpulan, Bupati mendorong jajaran birokrasi untuk memberikan teladan. Ia menghimbau penggunaan sistem potong gaji (payroll system) agar penyaluran zakat lebih terorganisir.
“Zakat itu sifatnya suka rela. Urusan pribadi masing-masing dengan Tuhan. Saya tidak memaksakan. Tapi Saya menghimbau kepada seluruh kepala perangkat daerah, para camat, para lurah, dan seluruh ASN di lingkungan pemerintah Kabupaten Banyumas untuk bersama-sama menunaikan zakat melalui mekanisme yang lebih sistematis, salah satunya melalui sistem pemotongan langsung atau payroll system,” katanya.
Sadewo memiliki visi besar agar semangat berbagi ini menyatu dengan jati diri masyarakat setempat. “Jika zakat kita kelola dengan baik, transparan, dan penuh amanah, maka manfaatnya akan kembali kepada masyarakat kita sendiri dan menjadi bagian dari upaya besar membangun Banyumas yang lebih sejahtera dan berkeadilan,” ujarnya.
Ketua BAZNAS Kabupaten Banyumas, Khasanatul Mufidah, mengonfirmasi bahwa performa pengumpulan zakat di Banyumas masih memegang posisi puncak di tingkat provinsi.
OPD dengan Capaian 100%: BKPSDM, Dinas Pendidikan, Dinperkim, Setda, BPBD, dan DPMPTSP. Kecamatan Teladan: Tambak, Ajibarang, Kedungbanteng, dan Cilongok.
“Untuk tahun 2025, kita masih memegang pengumpulan terbanyak dengan 25,25 miliar rupiah,” kata Khasanatul.
Dana yang terkumpul nantinya akan didistribusikan kepada para mustahik baik dalam bentuk bantuan konsumtif maupun program produktif. Khusus menyambut Ramadan, BAZNAS telah menyiapkan dana sebesar Rp1,1 miliar untuk berbagai aksi sosial.
Program tersebut meliputi, Santunan marbot, dhuafa, dan anak yatim. Program mudik gratis dan posko mudik, dan Penyaluran zakat fitrah.
Salah satu inovasi menarik adalah kehadiran posko mudik di jalur Jatilawang yang dilengkapi fasilitas gratis bagi pemudik.
“Nanti di posko akan ada Z-Coffee dan Z-Auto. Dan semuanya gratis (kopi dan perbengkelan), rencananya akan didirikan di jalur Jatilawang,” kata dia.