
SERAYUNEWS – Makna lagu Multo Damdamin menjadi salah satu topik yang banyak dicari para pendengar karena karya ini menghadirkan suasana yang kuat secara emosional.
Lagu tersebut menonjol melalui liriknya yang menyentuh, suasana melankolis yang mendalam, serta pesan yang menggambarkan pergulatan batin seseorang yang berusaha melepaskan kenangan tetapi belum benar-benar mampu melakukannya.
Nuansa tersebut membuat Multo Damdamin terasa begitu dekat dengan berbagai pengalaman personal pendengarnya, terutama mereka yang pernah mengalami perpisahan atau menyimpan perasaan yang tidak tersampaikan.
Sejak awal, lagu ini menampilkan gambaran mengenai seseorang yang masih diselimuti kenangan masa lalu.
Meskipun ia berusaha menutup luka dan melanjutkan hidup, bayangan masa lalu itu kembali dalam bentuk perasaan yang tidak bisa diabaikan.
Kata “multo” dalam judul lagu tidak merujuk pada hantu secara harfiah, tetapi lebih pada metafora tentang kenangan dan perasaan mendalam yang terus menghantui, seakan selalu mengikuti ke mana pun ia pergi. Inilah yang membuat lagu ini begitu relatable bagi banyak orang.
Makna lagu ini semakin terlihat jelas ketika pendengar membaca dan memahami liriknya secara menyeluruh.
Lirik-lirik tersebut mengisahkan bagaimana seseorang yang telah mencoba mengubur perasaan lama, menutup luka, dan meyakinkan diri bahwa semuanya telah berakhir.
Namun, kenyataan berkata lain. Sosok yang pernah hadir dalam hidupnya justru tetap membayangi pikiran dan perasaannya, membuatnya sulit bergerak maju.
Berikut adalah lirik lagu Multo Damdamin sebagaimana dikutip dari laman open.spotify.com, yang menggambarkan narasi penuh perasaan dan konflik batin:
Humingang malalim, pumikit na muna
At baka-sakaling namamalikmata lang
Ba’t nababahala? ‘Di ba’t ako’y mag-isa?
‘Kala ko’y payapa, boses mo’y tumatawag pa
Binaon naman na ang lahat
Tinakpan naman na ‘king sugat
Ngunit ba’t ba andito pa rin?
Hirap na ‘kong intindihin
Tanging panalangin, lubayan na sana
Dahil sa bawat tingin, mukha mo’y nakikita
Kahit sa’n man mapunta ay anino mo’y kumakapit sa ‘king kamay
Ako ay dahan-dahang nililibing nang buhay pa
Hindi na makalaya
Dinadalaw mo ‘ko bawat gabi
Wala mang nakikita
Haplos mo’y ramdam pa rin sa dilim
Hindi na nananaginip
Hindi na ma-makagising
Pasindi na ng ilaw
Minumulto na ‘ko ng damdamin ko
Ng damdamin ko
Hindi mo ba ako lilisanin?
Hindi pa ba sapat pagpapahirap sa ‘kin?
Hindi na ba ma-mamamayapa?
Hindi na ba ma-mamamayapa?
Lirik-lirik tersebut memperlihatkan bagaimana kenangan dapat terasa begitu nyata, meski secara fisik tidak ada lagi.
Sosok yang dimaksud tidak muncul secara langsung, namun perasaan yang pernah ada masih tertinggal kuat, hingga membuat tokoh dalam lagu merasa seperti “dikubur hidup-hidup” oleh emosinya sendiri.
Ada ketidakberdayaan, rasa kehilangan yang mendalam, sekaligus kerinduan yang belum tersampaikan.
Melalui setiap baitnya, lagu ini membawa pendengar masuk ke dalam ruang emosional penuh konflik antara keinginan untuk melepaskan dan kenyataan bahwa perasaan tersebut masih begitu kuat.
Bahkan ketika tokoh dalam lagu berusaha menutup luka dan berdamai dengan masa lalu, perasaan itu justru semakin mendesak, seakan meminta untuk kembali dihadapi.
Secara keseluruhan, Multo Damdamin menggambarkan perjalanan emosional yang intens.
Lagu ini tidak hanya menceritakan tentang cinta yang hilang, tetapi juga tentang bagaimana kenangan bisa bertahan dan menjadi bagian dari seseorang.
Meski begitu, lagu ini juga memberi ruang bagi pendengar untuk merasakan proses pelepasan secara perlahan bahwa meski sulit, menghadapi perasaan tersebut adalah langkah menuju pemulihan.
Dengan perpaduan melodi lembut dan vokal penuh emosi, Multo Damdamin menjadi karya yang tidak hanya indah untuk didengar tetapi juga kuat dalam menyampaikan makna.
Pendengar dapat menemukan refleksi dari pengalaman mereka sendiri, menjadikan lagu ini begitu bermakna bagi banyak orang.***