
SERAYUNEWS-Hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan tanah longsor di Desa Karangtengah, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Longsor ini juga menyebabkan jalur penghubung utama menuju Kecamatan Pagentan putus total. Selain melumpuhkan akses transportasi, longsor juga mengancam keselamatan warga di sekitar lokasi.
Saat ini, kondisi badan jalan kabupaten dilaporkan patah dan tertimbun material longsor, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Dampaknya, aktivitas masyarakat terganggu, termasuk mobilitas pelajar yang harus mencari jalur alternatif.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Banjarnegara, Junaidi, mengatakan pergerakan tanah di lokasi masih berlangsung dan berpotensi meluas.
“Lokasi kejadian berada di bawah permukiman warga, sekitar 200 meter dari rumah. Jenisnya rayapan tanah yang bergerak turun dan berdampak langsung pada badan jalan penghubung Wanayasa–Pagentan,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, material longsoran diperkirakan mencapai panjang 50 hingga 60 meter. Kondisi tanah yang masih labil, ditambah tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir, memperbesar risiko longsor susulan.
“Secara teknis jalan masih mungkin digunakan, tetapi belum dalam waktu dekat. Tanah masih bergerak dan belum stabil. Jika dipaksakan, justru berisiko membahayakan pengguna,” kata Junaidi.
Selain memutus akses, ancaman juga dirasakan warga yang tinggal di sekitar area terdampak. Sedikitnya lima rumah yang dihuni sekitar 20 jiwa berada di dekat mahkota longsor. Warga yang berada di zona rawan telah diimbau untuk mengungsi sementara, terutama saat hujan turun.
Sebagai langkah darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama pemerintah setempat mengalihkan arus mobilitas warga melalui jalur alternatif.
“Untuk sementara, masyarakat kami arahkan melalui jalur Keranggian, terutama untuk keperluan penting seperti sekolah. Pembersihan material baru akan dilakukan setelah kondisi benar-benar aman,” ujarnya.
Secara geologis, kawasan Karangtengah memang termasuk wilayah rawan pergerakan tanah. Berdasarkan peta geologi Banjarnegara–Pekalongan, daerah ini berada pada formasi tanah yang mudah bergerak, terutama di wilayah lereng curam dengan curah hujan tinggi.
Dengan kondisi tersebut, potensi terjadinya longsor susulan masih terbuka. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di area berisiko hingga situasi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.