
SERAYUNEWS – Ajang lari marathon tidak hanya menjadi arena adu ketahanan fisik dan mental para peserta. Lantas, marshal dalam event lari tugasnya apa?
Di balik ribuan pelari yang memadati lintasan, terdapat banyak petugas yang bekerja untuk memastikan perlombaan berlangsung aman, tertib, dan sesuai aturan. Salah satu peran yang paling penting adalah marshal.
Belakangan ini, tugas marshal menjadi sorotan publik setelah beredarnya video dari Mandiri Jogja Marathon 2026 yang digelar pada Minggu, 21 Juni 2026.
Dalam video yang ramai diperbincangkan di media sosial tersebut, seorang marshal terlihat mendapat teguran keras dari seorang pria yang diduga merupakan oknum perwira tinggi TNI.
Insiden itu bermula ketika seorang ajudan memasuki jalur lomba tanpa mengenakan Body Identification Number (BIB) atau nomor dada resmi peserta.
Keberadaan ajudan tersebut kemudian dipermasalahkan karena dianggap tidak memenuhi ketentuan yang berlaku dalam perlombaan marathon.
Peristiwa tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat. Salah satunya mengenai tugas dan kewenangan marshal dalam sebuah event lari.
Mengapa seorang marshal berhak meminta seseorang keluar dari lintasan? Apa sebenarnya fungsi BIB dalam perlombaan marathon?
Berdasarkan informasi yang beredar, ajudan tersebut masuk ke area lintasan sambil membawa telepon genggam untuk mendokumentasikan atasannya yang sedang mengikuti marathon.
Ia disebut merekam video dan mengambil foto dari dalam jalur lomba. Kehadirannya di lintasan kemudian dianggap mengganggu oleh salah satu peserta resmi.
Keluhan tersebut lalu disampaikan kepada marshal yang bertugas di area perlombaan.
Sebagai petugas lapangan, marshal kemudian mengambil tindakan dengan meminta ajudan tersebut keluar dari lintasan karena tidak mengenakan BIB resmi.
Langkah itu dilakukan untuk menjalankan aturan yang berlaku dalam perlombaan.
Namun situasi menjadi ramai setelah muncul video yang memperlihatkan seorang pria yang diduga merupakan oknum Brigadir Jenderal TNI menghampiri marshal dan memberikan teguran secara verbal.
“Saya undangan Mandiri, ini ajudan saya. Awas kamu ya,” katanya.
Video tersebut kemudian memicu diskusi luas mengenai pentingnya aturan dalam event olahraga serta perlindungan terhadap petugas yang menjalankan tugas sesuai prosedur.
Marshal merupakan petugas lapangan yang ditempatkan di berbagai titik sepanjang rute perlombaan.
Mereka bertugas membantu panitia dalam menjaga kelancaran acara sekaligus memastikan seluruh peserta dan pihak yang terlibat mematuhi aturan yang telah ditetapkan.
Dalam event lari berskala besar seperti marathon, jumlah marshal bisa mencapai ratusan orang. Mereka tersebar mulai dari area start, sepanjang rute, hingga garis finis.
Keberadaan marshal sangat penting karena mereka menjadi “mata dan telinga” panitia di lapangan.
Berbagai persoalan yang muncul selama perlombaan biasanya pertama kali diketahui oleh marshal sebelum diteruskan kepada pihak yang berwenang.
1. Menunjukkan Arah kepada Peserta
Salah satu tugas paling dikenal dari marshal adalah membantu pelari tetap berada di jalur yang benar.
Pada rute marathon yang panjang dan melewati banyak persimpangan, risiko peserta salah arah cukup besar.
Oleh karena itu, marshal ditempatkan di titik-titik strategis untuk memberikan petunjuk kepada para pelari.
Dengan adanya marshal, peserta dapat fokus berlari tanpa harus khawatir tersesat atau keluar dari rute resmi.
2. Menjaga Keamanan Jalur Lomba
Event marathon sering kali menggunakan jalan raya yang untuk sementara ditutup atau dibatasi penggunaannya.
Marshal berperan membantu menjaga area tersebut agar tetap aman dari kendaraan maupun orang yang tidak berkepentingan.
Mereka bekerja sama dengan aparat keamanan dan panitia untuk memastikan jalur steril selama perlombaan berlangsung.
Keamanan lintasan menjadi faktor penting karena sedikit gangguan saja dapat membahayakan keselamatan peserta.
3. Mengawasi Potensi Bahaya
Marshal juga bertugas mengidentifikasi berbagai risiko yang mungkin dihadapi pelari.
Misalnya, mereka memberikan peringatan jika terdapat jalan licin, genangan air, lubang, tikungan tajam, atau hambatan lain yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Respons cepat dari marshal sering kali membantu mencegah insiden yang lebih serius selama perlombaan berlangsung.
4. Membantu Saat Kondisi Darurat
Marathon merupakan olahraga yang menuntut daya tahan tinggi. Tidak jarang peserta mengalami kelelahan ekstrem, kram, dehidrasi, bahkan kondisi medis darurat.
Dalam situasi seperti itu, marshal menjadi pihak pertama yang memberikan bantuan awal dan menghubungi tim medis.
Kecepatan koordinasi antara marshal dan petugas kesehatan sangat penting untuk memastikan peserta mendapatkan penanganan yang tepat.
5. Menegakkan Aturan Perlombaan
Inilah salah satu tugas marshal yang paling krusial sekaligus menjadi sorotan dalam insiden Jogja Marathon 2026.
Marshal memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa semua orang yang berada di lintasan merupakan peserta resmi atau petugas yang memiliki izin.
Jika ditemukan seseorang yang tidak terdaftar atau tidak memiliki identitas resmi lomba, marshal berhak meminta orang tersebut keluar dari jalur perlombaan.
Langkah ini bukan semata-mata soal administrasi, melainkan berkaitan dengan keselamatan dan keadilan bagi seluruh peserta.
6. Memberikan Dukungan kepada Pelari
Selain menjalankan fungsi pengawasan, marshal juga sering memberikan semangat kepada peserta.
Ucapan sederhana seperti “semangat”, “sedikit lagi”, atau “tetap kuat” dapat membantu meningkatkan motivasi pelari yang mulai kelelahan menjelang garis finis.
Peran ini mungkin terlihat sederhana, tetapi sangat berarti bagi banyak peserta marathon.
Body Identification Number atau BIB merupakan identitas resmi peserta yang diberikan oleh panitia setelah proses registrasi selesai.
BIB biasanya berisi nomor peserta dan sering kali dilengkapi teknologi pencatat waktu atau timing chip yang digunakan untuk menghitung hasil lomba secara akurat.
Fungsi BIB tidak hanya sebagai tanda pengenal. Nomor tersebut juga membantu panitia melakukan pengawasan peserta, memantau posisi pelari, hingga memberikan bantuan ketika terjadi keadaan darurat.
Apabila seseorang berada di lintasan tanpa BIB, panitia tidak memiliki data resmi mengenai identitas maupun status keikutsertaannya.
Karena itulah hampir semua event marathon di dunia menerapkan aturan ketat bahwa hanya peserta yang terdaftar secara resmi yang boleh berada di jalur perlombaan.***