Minggu, 19 September 2021

Mau Tau Bagaimana Suasana Upacara di Dalam Goa di Purbalingga? Begini Ceritanya 

Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih. (Amin)

Beragam cara dilakukan untuk memperingati detik-detik proklamasi. Seperti yang dilakukan di Kabupaten Purbalingga. Bukan di lapangan, buka depan kantor, apalagi secara virtual. Kali ini upacara di laksanakan di dalam goa. Tentunya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.


Purbalingga, serayunews.com

Manajer Golaga Purbalingga, Bambang Adi menyampaikan, ini upacara di dalam goa, sebagai bentuk dari rasa nasionalisme  pengelola Golaga. Peserta upacara hanya manajemen dan karyawan Golaga. Meski diselenggarakan sederhana, namun tetap memiliki makna.

“Ini kedua kalinya, setidaknya dari kami (pengelola Golaga, red), tetap menunjukan nasionalisme, meski dalam keterbatasan,” kata Bambang Adi, usai upacara.

Tepat pukul 10.00 wib, sekitar 30 orang memulai upacara. Selayaknya dalam goa, cahaya tidak sepenuhnya ada. Remang suasana menambah khidmat acara. Upacara memperingati HUT ke-76 RI dilaksanakan secara runtut. Mulai dari mengibarkan bendera diiringi lagu nasional Indonesia Raya.

Pada goa yang terbentuk dari lelehan lava vulkanik Gunung Slamet ribuan tahun silam, terdapat jendela. Cahaya matahari masuk menyusup, tepat menyoroti sang saka merah putih.

Udara yang dingin sejuk, tetesan air dari stalaktit dipadu cahaya lampu warna warni menambah syahdu nuansa ruang upacara. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Bambang Adi, membacakan amanat dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Di akhir upacara, doa dipanjatkan doa, agar Pandemi lekas berlalu. Besar harapan mereka, Obwis Golaga bisa kembali dibuka menyambut wisatawan. Sebab selama tidak beroperasi, ekonomi warga sekitar yang bergantung pada wisatawan, semakin terpuruk.

Kalau pemerintah membuat kebijakan membuka objek wisata, Bambang menegaskan, pihaknya sangat siap menyambut wisatawan. Ini dibuktikan, seluruh karyawan Golaga sudah divaksin, demikian pula sebagian besar pedagang di area ini.

“Protokol kesehatan kami terapkan sangat ketat. Kami sudah mengantongi sertifikat CHSE (Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan) dari Kemenparekraf,” katanya.

Ada ratusan orang yang bergantung pada wisata Golaga. Mulai dari karyawan, tukang parkir, pedagang hingga pelaku UMKM yang menyuplai produk oleh-oleh untuk para pedagang.

Dengan HUT ke-76 RI kali ini, harapannya menjadi momentum kebangkitan ekonomi masyarakat pariwisata Goa Lava Purbalingga pada khususnya dan Purbalingga pada umumnya.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini