
SERAYUNEWS-Warga sejumlah desa yang ada lereng Gunung Slamet di Kabupaten Purbalingga mengalami kesulitan air bersih. Kondisi tersebut terjadi akibat musim kemarau yang mulai datang. Selain itu jaringan air bersih yang dimiliki juga rusak akibat tersapu banjir bandang beberapa waktu lalu.
Keterangan yang berhasil dihimpun serayunews.com, Sabtu (20/6/2026) menyebutkan kesulitan air bersih diantaranya terjadi di Desa Serang dan Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja. Untuk mendapatkan pasokan air bersih warga terpaksa membeli atau bahkan mencari dari sumber air dari desa yang ada di bawahnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Revon Hapindriat ketika dikonfirmasi membenarkan kondisi tersebut. Disampaikan, memasuki musim kemarau warga di sejumlah desa yang ada di kaki gunung tersebut memang mengalami kesulitan pasokan air. “Sejak Jumat (19/6/2026) malam petugas BPBD Purbalingga diterjunkan untuk mengirimkan pasokan air bersih,” ungkapnya.
Petugas mengirimkan air bersih masing-masing ke RT 08 RW 03,RT 09 RW 03,RT 17 RW 05,RT 18 RW 05 dan RT 19 RW 05, Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja. Selain itu juga ke RT 03 RW 08, RT 05 RW 08 dan RT 06 RW 08, Dusun Gunungmalang, Desa Serang, Kecamatan Karangreja. “Desa Kutabawa pasokan air sebanyak 2 tangki yang jumlahnya 10.000 liter untuk 52 Kepala Keluarga (KK) 198 jiwa. Jumlah yang sama dikirimkan ke warga Desa Serang Kecamatan Karangreja untuk 50 KK 200 jiwa,” paparnya.
Warga antre secara tertib dengan membawa ember dan jeriken untuk menampung pasokan air. Pihak BPBD Purbalingga memastikan pasokan air tersebut diterima seluruh warga yang membutuhkan. “Kondisi kesulitan air bersih akan banyak terjadi memasuki musim kemarau. Pemerintah desa dan kecamatan bisa berkoordinasi untuk mendapatkan pasokan air bersih,” imbuhnya.
Sejumlah warga merasa terbantu dengan adanya pasokan air tersebut. Mereka mengatakan kesulitan air bersih di kawasan lereng Gunung Slamet sering terjadi selama musim kemarau. “Apalagi instalasi air yang kami miliki juga rusak karena banjir bandang,’ kata Daryanto, warga setempat.