
SERAYUNEWS– Rangkaian puncak peringatan Hari Jadi Wonosobo diisi dengan Pisowanan Agung dan Kembul Bujana, di Alun-alun Wonosobo, Rabu (24/7/2024). Kegiatan berlangsung khidmat dan lancar. Suka cita masyarakat Kabupaten Wonosobo, menyambut usia daerahnya yang memasuki dua abad.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan Wonosobo yang telah berdiri selama dua abad. Tentunya telah meninggalkan banyak jejak sejarah. Momentum saat ini menjadi refleksi diri atau perenungan yang terjadi. Untuk memikirkan apa yang akan dicapai bersama kemakmuran bersama.
Dengan begitu, kata dia, momen Hari Jadi Wonosobo ke-199 dapat digenggam. Pihaknya tentu bercermin pada hasil pekerjaan konstruksi, mengevaluasi apa yang telah dilakukan. Lalu, membuat strategi, dan memikirkan pekerjaan perencanaan bangunan ke depan agar lebih baik dan tepat guna.
Hari Jadi Wonosobo ke 199 Tahun 2024 ini mengambil tema “Guyub Rukun Mustikaning Laku.” Ini mengandung makna guyub rukun sesama manusia, saling hormat menghormati kepada lain agama. Sehingga dapat menyatukan berbagai macam kekuatan untuk kemajuan wilayah.
“Rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Wonosobo ke 199 di antaranya dengan mengambil air suci 7 sumber mata air, pasrah tinampi panji-panji dan pusaka itu adalah simbol semoga kita selalu hidup dalam guyub rukun dengan sesama,” ungkapnya.
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Wonosobo ke 199 juga kita bersama-sama menjaga budaya kita dan nguri uri budaya Jawa. Selain itu juga menghormati para leluhur serta menjadikan momentum untuk membangun Kabupaten Wonosobo yang lebih baik, lebih maju.
Memasuki usia ke 199, sesuai tradisi yang sudah berjalan dilaksanakan puncak acara Pisowanan Agung di Alun-alaun. “Ini merupakan ajang silaturahmi bagi pejabat dengan rakyat. Sebab mereka hadir berkumpul bersama saling menyapa,” tutur dia.
Senada, Dandim 0707/Wonosobo Letkol Infanteri Helmy didampingi Ketua Persit Ny. Sovy Helmy yang hadir menerima bendera merah putih dari Danramil 09/Kepil sebagai salah satu rangkaian upacara Pisowanan Agung. Acara Pisowanan Agung merupakan acara yang sangatlah sakral bagi masyarakat Wonosobo.
“Banyak makna yang terkandung pada perhelatan ini. Salah satunya menjadi ajang bertemunya pejabat dengan rakyat, memunculkan kreativitas dan menjaga kesenian daerah karena disini banyak kesenian yang ditampilkan,” ujar Letkol Helmy.