
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS-Sedikitnya 50 pekerja dari tiga perusahaan rokok legal di Banjarnegara mengikuti pelatihan blending tembakau dan teknik pelintingan. Kegiatan tersebut menjadi upaya pemerintah dalam meningkatkan keterampilan, kualitas produksi, dan daya saing industri hasil tembakau.
Melalui pelatihan ini, tangan-tangan yang setiap hari menggulung tembakau kini mendapat kesempatan mengasah kemampuan agar menghasilkan produk yang lebih berkualitas. Mereka mengikuti pelatihan blending tembakau dan teknik pelintingan sebagai upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di industri hasil tembakau.
Pelatihan yang digelar Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) itu berlangsung selama 11 hari, mulai 7 hingga 17 Juli 2026. Kegiatan merupakan bagian dari pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada Program Pembinaan Industri.
Pembukaan pelatihan dilaksanakan di Gedung PR Hepto Noverlis, Selasa (7/7/2026), dan dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banjarnegara, Mohamad Iqbal.
Dalam sambutannya, Iqbal mengatakan bahwa dana DBHCHT tidak hanya dimanfaatkan untuk mendukung sektor kesehatan maupun kesejahteraan masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja pada industri hasil tembakau yang beroperasi secara legal.
Menurutnya, peningkatan keterampilan pekerja menjadi salah satu kunci agar industri rokok di daerah mampu bertahan sekaligus meningkatkan daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat.
“Kami berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan di tempat kerja, meningkatkan kualitas produksi, sekaligus memberikan manfaat bagi perusahaan maupun para pekerja,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai teknik blending tembakau selama dua hari sebelum melanjutkan pembelajaran teknik pelintingan rokok selama sembilan hari. Seluruh sesi dipadukan antara teori dan praktik agar peserta mampu memahami proses produksi secara lebih mendalam.
Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Banjarnegara, Adi Cahyono, mengatakan program tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi para pekerja, khususnya pada industri Sigaret Kretek Tangan (SKT), sehingga mampu menghasilkan produk dengan mutu yang lebih baik dan proses kerja yang semakin efisien.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi investasi penting bagi keberlangsungan industri hasil tembakau legal di Banjarnegara.
“Melalui pelatihan ini kami ingin memperkuat kemampuan para pekerja, mulai dari memahami karakteristik tembakau hingga teknik pelintingan yang sesuai standar industri. Dengan keterampilan yang semakin baik, produktivitas perusahaan juga diharapkan meningkat,” kata Adi.
Seluruh peserta berasal dari tiga perusahaan rokok yang telah memiliki izin usaha dan memenuhi ketentuan cukai. Program ini sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap industri hasil tembakau legal agar terus berkembang dan mampu menyerap tenaga kerja.
Pelatihan menghadirkan praktisi industri rokok dari Kudus sebagai narasumber, yakni Suris Hono dari PR Rajan Nabadi, bersama Suria, Jamasri, dan Listianing. Mereka membagikan pengalaman sekaligus memberikan pendampingan praktik mengenai teknik meracik campuran tembakau (blending) dan pelintingan rokok sesuai standar industri.
Bagi para peserta, pelatihan ini bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan keterampilan yang menjadi modal utama dalam pekerjaan sehari-hari. Di balik setiap batang rokok yang dihasilkan, terdapat ketelitian, kecepatan, dan keahlian tangan para pekerja yang terus diasah agar industri hasil tembakau Banjarnegara mampu berkembang dan tetap kompetitif di tengah perubahan pasar.