
CILACAP, SERAYUNEWS – Pawai Ta’aruf menjadi salah satu momen paling meriah dalam rangkaian Harlah, Haflah Akhirussanah, dan Khotmil Qur’an Pondok Pesantren Nuurul Anwar di Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap. Kegiatan ini menarik perhatian warga yang memadati sepanjang rute pawai untuk menyaksikan iring-iringan santri yang dikemas dengan meriah.
Pembina Yayasan Al Maimoen, KH In’am Abdul Fatah, mengatakan seluruh rangkaian Akhirussanah tidak hanya menjadi seremoni kelulusan santri, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai keislaman, penghormatan kepada guru dan orang tua, serta mempererat hubungan pesantren dengan masyarakat.
“Melalui seluruh rangkaian kegiatan ini kami berharap para santri semakin mencintai Al-Qur’an, menghormati orang tua dan guru, mempererat silaturahmi, serta terus semangat menuntut ilmu sebagai bekal kehidupan,” ujarnya.
Kemeriahan langsung terasa saat barisan pawai mulai bergerak dengan rute dari lapangan desa menuju lokasi acara. Di bagian depan, peserta membawa banner kegiatan dan bendera, disusul penampilan Marching Band Tablighul Ghofilin Banjarnegara yang sukses menyedot perhatian masyarakat.

Tak hanya itu, iring-iringan delman yang membawa jajaran pengurus yayasan, pengasuh, dan keluarga besar pondok pesantren turut menambah semarak suasana.
Salah satu atraksi yang paling menarik perhatian warga adalah kehadiran para santri peserta Khotmil Qur’an yang menunggangi kuda. Penampilan tersebut menjadi simbol penghormatan atas perjuangan mereka dalam menyelesaikan hafalan dan bacaan Al-Qur’an.
Berbagai maskot dengan beragam karakter juga ikut memeriahkan pawai. Di belakangnya, Drum Band MI Darwata Mujur Lor, para asatidz, wali santri, hingga santri TPQ Madin Nuurul Anwar dan TPQ Madin Nuurul Muqorrobin berjalan bersama mengelilingi desa.
Sepanjang perjalanan, suasana semakin semarak dengan iringan musik gambus dan sound horeg yang menghibur masyarakat. Warga tampak antusias menyaksikan setiap rombongan yang melintas. Banyak di antaranya mengabadikan momen menggunakan telepon genggam sambil melambaikan tangan kepada para peserta.
Sebelum pawai digelar, Pondok Pesantren Nuurul Anwar lebih dahulu mengawali rangkaian Akhirussanah dengan ziarah ke Makam Karag, Gentasari. Kegiatan tersebut diikuti para santri, wali santri, serta keluarga besar TPQ Nuurul Muqorrobin dan TPQ Nuurul Anwar.
Ziarah dipimpin langsung oleh KH In’am Abdul Fatah dengan pembacaan tahlil dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus mengajarkan pentingnya mendoakan orang yang telah wafat.
Malam harinya, suasana berubah khidmat melalui kegiatan Semaan 30 Juz Al-Qur’an yang dibacakan lima hafiz dan hafizah. Ratusan santri, asatidz, serta wali santri mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh kekhusyukan sebagai doa agar seluruh rangkaian Haflah Akhirussanah berjalan lancar dan penuh keberkahan.
Rangkaian Akhirussanah juga diisi berbagai kegiatan edukatif, salah satunya Kids Fun Day yang menghadirkan lomba mewarnai bagi anak-anak RA, TK, dan PAUD serta dongeng Islami. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari peserta maupun orang tua.

Puncak acara berlangsung pada Sabtu malam melalui Pentas Seni, Khotmil Qur’an, dan Pengajian Akbar yang menghadirkan KH Rojih Ubab Maimoen dari Sarang, Rembang. Selain penampilan seni Islami para santri, acara juga dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap yang memberikan apresiasi terhadap peran Pondok Pesantren Nuurul Anwar dalam mencetak generasi Qur’ani.
Diharapkan seluruh rangkaian Haflah Akhirussanah tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi media syiar Islam yang mampu memperkuat ukhuwah antara pesantren dan masyarakat.
“Semoga seluruh rangkaian Akhirussanah ini membawa keberkahan, melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu dan berakhlakul karimah, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.