
CILACAP, SERAYUNEWS – Dampak musim kemarau mulai dirasakan di berbagai wilayah Kabupaten Cilacap. Hingga Jumat (31/7/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap telah menyalurkan 848.000 liter air bersih atau setara 166 tangki kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
Bantuan tersebut telah menjangkau 6.619 kepala keluarga (KK) atau 20.798 jiwa yang tersebar di 22 desa di 12 kecamatan. Penyaluran air bersih dilakukan melalui kolaborasi BPBD bersama PMI Kabupaten Cilacap, Pertamina Patra Niaga melalui program Siaga Peduli Kabupaten Cilacap, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, mengatakan distribusi air bersih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau.
“BPBD bersama seluruh mitra terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak kekeringan. Penanganan ini dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kemarau,” kata Taryo.
Menurutnya, BPBD akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
Berdasarkan data BPBD hingga 31 Juli 2026, sebanyak 450.000 liter air bersih atau 90 tangki disalurkan menggunakan anggaran APBD Kabupaten Cilacap.
Sementara itu, 398.000 liter atau 76 tangki lainnya berasal dari dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) berbagai lembaga.
Kontribusi tersebut meliputi PMI Kabupaten Cilacap yang menyalurkan 315.000 liter atau 63 tangki, Pertamina Patra Niaga melalui program Siaga Peduli Kabupaten Cilacap sebanyak 53.000 liter atau 7 tangki, serta BBWS Citanduy sebanyak 30.000 liter atau 6 tangki.
Pada Jumat (31/7/2026), PMI Kabupaten Cilacap kembali menyalurkan tiga tangki air bersih ke Dusun Kedungwringin, Desa Gintungreja, Dusun Cinangsi Timur, Desa Cinangsi, dan Dusun Cibriluk, Desa Cinangsi.
Hingga akhir Juli 2026, distribusi air bersih telah menjangkau 22 desa di 12 kecamatan, yakni:
Taryo mengatakan BPBD Kabupaten Cilacap terus memantau perkembangan wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih. Apabila terdapat desa baru yang terdampak, tim akan segera melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam penanganan dampak kekeringan di Kabupaten Cilacap.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi. Sinergi ini menjadi wujud nyata kepedulian kemanusiaan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
BPBD Kabupaten Cilacap memastikan Posko Penanggulangan Bencana tetap bersiaga selama 24 jam untuk menerima laporan masyarakat terkait dampak kekeringan maupun kebutuhan distribusi air bersih sepanjang musim kemarau.