
PURWOKERTO, SERAYUNEWS– Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kolaborasi apik lahir dari para seniman lintas daerah. Sejumlah pelukis, penyair, hingga desainer asal Yogyakarta dan Purwokerto menggelar pameran seni rupa serta karya sastra di Rumah Literasi Merdeka, Purwokerto.
Perhelatan bertajuk Merah Putih di Rumah Merdeka ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai Jumat hingga Senin (14–17/8/2026).
Pameran ini menyuguhkan ruang ekspresi visual yang beragam. Perupa asal Yogyakarta, Agus Winarto, menyita perhatian lewat lukisan bergaya ekspresionis yang mengusung figur perempuan sebagai simbol Ibu Pertiwi.
Sementara itu, seniman Nur Agustus menghadirkan deretan karya yang kental dengan tema perjuangan serta gelora semangat kemerdekaan.
Tak kalah menarik, pelukis sekaligus desainer asal Purwokerto, Ari Nugroho, memilih pendekatan visual dekoratif yang modern dan kontemporer. Selain lukisan, Ari memboyong koleksi outer model kimono hingga kaos lukis bernuansa merah putih yang didesain khusus untuk gaya kasual anak muda.
“Harapannya, dengan batik yang lebih modern dan kekinian, anak-anak Gen Z mau memakai batik dalam berbagai kesempatan, tidak hanya untuk acara formal,” ujar Ari Nugroho.
Tidak hanya seni rupa dan fashion, pameran ini juga diperkaya oleh deretan karya sastra dari dua penulis ternama, Andy Ismerdeka (Andy Is) dan Budi Waluyo.
Andy Ismer menampilkan puisi Haiku yang dipetik dari kumpulan Haiku dan fiksiminya berjudul POT, serta karya dari Antologi Puisi SKETSA MERDEKA. Di sisi lain, Budi Waluyo, seorang doktor seni lulusan Universitas Indonesia, turut memajang 10 puisi terbaiknya.
Menurut Andi Merdeka, pameran ini tidak sekadar menjadi ajang apresiasi seni semata, melainkan juga wahana refleksi kebangsaan lewat karya-karya kreatif.
“Pameran seni rupa dan karya sastra ini kami selenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kami ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan seni, literasi, dan masyarakat,” katanya.
Perihal karya yang dipamerkannya, Agus Winarto menjelaskan bahwa lukisan ekspresionis miliknya merupakan representasi emosional tentang sosok perempuan sebagai lambang tanah air dan kekuatan keibuan.
Pameran di Rumah Literasi Merdeka ini diproyeksikan menjadi ruang edukasi sekaligus arena diskusi bagi para penikmat seni, pelajar, komunitas literasi, hingga masyarakat umum.
Selain menikmati keindahan karya lukis, puisi, dan busana artistik, para pengunjung berkesempatan untuk berdialog secara langsung dengan para seniman mengenai proses kreatif serta makna mendalam di balik karya mereka.
Menyajikan perpaduan antara lukisan, sastra, fashion art, dan ruang diskusi interaktif, pameran ini menjadi salah satu agenda budaya yang kian menyemarakkan peringatan kemerdekaan Indonesia di Kota Purwokerto.