
SERAYUNEWS – Jembatan Brug Abang di Tegal, Jawa Tengah, dikenal sebagai tempat yang memiliki kepercayaan mistis yang kuat, terutama terkait dengan mitos ritual buang ayam.
Jembatan ini, juga dikenal sebagai Brug Merah, terletak di Desa Talang, Tegal. Banyak cerita dan kepercayaan lokal yang mengelilingi jembatan ini.
Jembatan ini menghubungkan dua bagian penting kota, yaitu Tegal Barat dan Tegal Timur, melintasi Sungai Ronggojalu. Jembatan Brug Abang Tegal memiliki sejarah yang panjang dan merupakan salah satu landmark yang penting di kota Tegal.
Jembatan ini dinamakan “Brug Abang” karena pada masa kolonial Belanda, “brug” adalah kata dalam bahasa Belanda yang berarti “jembatan”, sementara “abang” adalah kata dalam bahasa Jawa yang berarti “merah”.
Nama ini merujuk pada warna merah yang dominan pada bangunan jembatan ini, khas dari era arsitektur Belanda di Hindia Belanda.
Selain menjadi sarana transportasi yang vital bagi penduduk lokal, Jembatan Brug Abang Tegal juga memiliki nilai historis dan estetika yang tinggi.
Bangunan jembatan ini sering menjadi lokasi yang menarik bagi wisatawan dan penduduk setempat untuk menikmati pemandangan sungai dan aktivitas sekitar.
Keangkeran jembatan Brug Abang di Tegal didasarkan pada sejarahnya sebagai tempat eksekusi bagi para koruptor, yang dikenal sebagai Tragedi Kutil.
Menurut kepercayaan, pasangan yang baru menikah tidak boleh menginjakkan kaki di jembatan Brug Abang ini.
Konon, jika melanggar larangan ini, mereka akan mengalami kegagalan dalam pernikahan mereka.***