
SERAYUNEWS – Aktivitas sektor pariwisata di Kabupaten Cilacap pada Februari 2026 menunjukkan dinamika yang beragam. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cilacap mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel secara umum mengalami penurunan tipis, meski sejumlah indikator lain justru menunjukkan tren positif.
Secara keseluruhan, TPK hotel di Cilacap pada Februari 2026 tercatat sebesar 26,89 persen. Angka ini turun 0,26 poin dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/m-to-m).
Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh kinerja hotel nonbintang yang mengalami kontraksi cukup dalam. TPK hotel nonbintang tercatat sebesar 15,20 persen atau turun 2,36 poin dibandingkan Januari 2026.
Sementara itu, hotel berbintang justru mencatatkan kinerja yang lebih positif. TPK hotel bintang pada Februari 2026 mencapai 38,48 persen, naik 1,82 poin dari Januari yang berada di angka 36,66 persen.
Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi wisatawan yang cenderung memilih akomodasi dengan fasilitas lebih lengkap.
Dari sisi durasi menginap, rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel bintang mengalami peningkatan. Pada Februari 2026, RLM tercatat sebesar 1,41 malam, naik 0,05 poin dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 1,36 malam.
Sebaliknya, RLM tamu hotel nonbintang relatif lebih rendah, yakni hanya 1,04 malam. Hal ini mengindikasikan sebagian besar tamu di hotel nonbintang hanya melakukan kunjungan singkat atau perjalanan singgah.
Meski begitu, secara umum durasi menginap wisatawan di Cilacap masih tergolong pendek, dengan rata-rata tidak lebih dari dua malam.
Di tengah fluktuasi tingkat hunian hotel, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Kabupaten Cilacap justru menunjukkan angka yang cukup tinggi. Pada Februari 2026, tercatat sebanyak 331.431 perjalanan wisatawan domestik menuju wilayah tersebut.
Tingginya angka kunjungan ini menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata daerah. Meski belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan okupansi hotel secara merata, lonjakan pergerakan wisatawan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor pendukung lainnya.
Secara keseluruhan, perkembangan ini mencerminkan bahwa sektor pariwisata Cilacap masih berada dalam fase pemulihan dan penyesuaian. Ke depan, diperlukan strategi yang tepat untuk meningkatkan daya tarik destinasi sekaligus mendorong wisatawan agar tinggal lebih lama di wilayah tersebut.