
CILACAP, SERAYUNEWS – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Dr Soetomo Cilacap tahun ini dikemas dengan cara berbeda. Ratusan siswa baru diajak turun langsung ke Pantai Teluk Penyu untuk membersihkan kawasan pantai sekaligus melepas tukik (anak penyu) ke habitatnya, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian MPLS yang tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak awal para siswa mengawali pendidikan di bangku SMK.
Sebelumnya, para peserta MPLS telah mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari pengenalan sekolah, pelatihan kesiapsiagaan bencana bersama Basarnas, hingga Latihan Dasar Disiplin dan Kepemimpinan (LDDK) yang melibatkan TNI.
Wakil Kepala SMK Dr Soetomo Cilacap, Afif Al-Muharrom, mengatakan kegiatan di Pantai Teluk Penyu dipilih agar siswa memperoleh pengalaman belajar langsung di lapangan sekaligus memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
“Hari ini kami melaksanakan kegiatan bersih pantai dan pelepasan tukik sebagai bagian dari rangkaian MPLS. Kami ingin sejak awal siswa memiliki rasa cinta dan kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya,” kata Afif.
Menurutnya, kegiatan tersebut terselenggara berkat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kodim, Basarnas, hingga perguruan tinggi.
Afif berharap pembelajaran yang diperoleh para siswa tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi kebiasaan yang terus diterapkan selama menempuh pendidikan di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya nanti bisa diterapkan di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal mereka, sehingga menjadi generasi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masa depannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pantai Teluk Penyu dipilih karena menjadi salah satu kawasan pesisir yang dekat dengan kehidupan masyarakat Cilacap. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa menjaga kebersihan pantai merupakan tanggung jawab bersama.
Staf Ahli Bupati Cilacap, Sri Murniyati, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan persoalan sampah di Pantai Teluk Penyu sebagian besar berasal dari aliran sungai yang bermuara ke laut.
Menurutnya, sampah yang dibuang sembarangan di wilayah hulu akhirnya terbawa arus hingga ke laut, lalu kembali ke daratan saat gelombang pasang.
“Mayoritas sampah di pantai berasal dari laut. Sampah itu terbawa dari hulu karena masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan, kemudian kembali ke pantai saat ombak datang. Karena itu penyelesaiannya harus dimulai dari hulu melalui edukasi kepada masyarakat,” jelas Sri.
Ia mengapresiasi konsistensi SMK Dr Soetomo Cilacap yang telah beberapa kali menggelar aksi peduli lingkungan di Pantai Teluk Penyu.

Menurut Sri, kegiatan tersebut sejalan dengan tema MPLS Ramah 2026 dan menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dapat diwujudkan melalui aksi nyata.
“SMK Dr Soetomo tidak hanya menyampaikan slogan peduli lingkungan, tetapi benar-benar mengajak siswanya turun langsung menjaga kebersihan pantai. Ini menjadi contoh yang baik bagi sekolah lain,” katanya.
Salah seorang peserta MPLS, Sabrina Kusuma Wardani, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Baginya, pelepasan tukik menjadi pengalaman baru yang belum pernah dirasakan sebelumnya.
“Seru banget. Saya jadi dapat pengalaman baru, bisa ikut bersih-bersih pantai sekaligus melepas tukik. Selain itu juga jadi punya banyak teman baru,” ujar Sabrina.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan karena membuat siswa tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kelestarian alam.
Melalui kegiatan tersebut, SMK Dr Soetomo Cilacap berharap para siswa baru mampu membangun karakter yang peduli terhadap lingkungan sejak hari pertama sekolah.
Dengan terjun langsung membersihkan pantai dan melepas tukik ke habitatnya, para siswa diharapkan memahami bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan.