Senin, 5 Desember 2022

Nlangsani! Imbas Pergerakan Tanah, 503 Jiwa dari Sembilan Desa  di Banjarnegara Terpaksa Mengungsi

Warga desa Kalitlaga Kecamatan Pagentan membawa ternak mereka ke tempat pengungsian. Mereka memilih meninggalkan rumah karena pergerakan tanah yang sudah membahayakan tempat tinggalnya.

Bencana yang terjadi sebulan terakhir di Banjarnegara menyebabkan sedikitnya 503 jiwa dari 157 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 9 desa  harus tinggal di pengungsian.


Banjarnegara, Serayunews.com

Kondisi ini terjadi karena tempat tinggal mereka terancam akibat pergerakan tanah. Bahkan ada beberapa yang rumahnya rusak hingga rata dengan tanah.

Kalakhar BPBD Banjarnegara Aris Sudaryanto melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Budi Wahyono mengatakan, jumlah pengungsi tersebut tersebar di 9 desa, yakni Desa gumelem Kulon, Kecamatan Susukan sebanyak 36 orang, Desa Sinduaji, Kecamatan Pandanarum sebanyak 27 orang.

Untuk wilayah Kecamatan Pagentan terdapat di Desa Aribaya 10 orang, Desa Kali Tlaga 327 orang, Kayuares 9 orang, Desa Gumingsir, Kecamatan Wanadadi 57 orang, Desa Suwidak, Kecamatan Wanayasa 21 orang, Desa Bantar Kecamatan Wanayasa 3 orang dan Desa Dermayasa Kecamatan Pejawaran 13 orang.

“Saat ini mereka tinggal di beberapa tempat pengungsian, dan tim BPBD terus melakukan pendampingan terhadap mereka, mulai dari kebutuhan makanan, hingga kebutuhan lainnya,” katanya.

Baca Juga : Pergerakan Tanah Kian Parah, Ratusan Warga Kalitlaga Pilih Mengungsi

Baca Juga : Tanah Terus Bergerak, Sembilan Rumah di Wanayasa Retak

Selain itu, BPBD bersama dengan para relawan dari berbagai unsur ini juga terbagi pada lokasi bencana untuk membantu masyarakat, mulai dari pengawasan tanah gerak hingga pembersihan material longsoran yang menimpa rumah warga.

“Banyak relawan yang terlibat, mulai dari RAPI, Tagana, Bagana, Destana, hingga beberapa ormas yang ada di Banjarnegara,” ujarnya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini