
SERAYUNEWS- Satuan Reserse Narkoba Polres Wonosobo berhasil mengungkap sejumlah kasus tindak pidana narkotika dalam pelaksanaan Operasi Pekat Candi 2026.
Operasi ini digelar sebagai bagian dari langkah kepolisian untuk memberantas penyakit masyarakat yang kerap meningkat menjelang hingga selama bulan suci Ramadan.
Dalam operasi tersebut, petugas Satresnarkoba berhasil mengungkap tiga kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Wonosobo.
Pengungkapan ini sekaligus menjadi bukti keseriusan aparat kepolisian dalam menekan peredaran narkoba di daerah tersebut.
Kasatresnarkoba Polres Wonosobo Teguh Sukosso menjelaskan bahwa dari tiga kasus yang berhasil diungkap, polisi mengamankan barang bukti sabu dengan total berat bruto mencapai 6,99 gram.
Menurutnya, operasi tersebut merupakan bagian dari strategi kepolisian untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif selama Ramadan.
Pengungkapan kasus narkotika ini terjadi di tiga kecamatan berbeda di Kabupaten Wonosobo.
Kasus pertama terjadi di wilayah Kecamatan Leksono. Dalam penindakan tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial BSR (44).
Saat dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan satu paket sabu dengan berat bruto 1,31 gram yang sempat dibuang oleh pelaku di sekitar lokasi kejadian.
Kasus kedua diungkap di Kecamatan Selomerto. Dalam pengungkapan ini, petugas menangkap seorang pria berinisial PR (43). Dari tangan pelaku, polisi menyita satu paket sabu seberat 1,38 gram yang disimpan di saku celana.
Sementara itu, kasus ketiga terungkap di wilayah Kecamatan Sapuran. Petugas menangkap seorang pria berinisial K (35) dan menemukan tiga paket sabu dengan total berat bruto 4,3 gram.
Barang bukti tersebut disembunyikan pelaku di dalam bungkus rokok yang kemudian dimasukkan ke dalam sebuah kardus.
Kasatresnarkoba Polres Wonosobo menegaskan bahwa pengungkapan tiga kasus ini menjadi bukti komitmen kepolisian dalam memerangi peredaran narkotika di wilayah hukumnya.
Ia menyebutkan bahwa pihak kepolisian akan terus meningkatkan kegiatan penindakan maupun pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba, terutama pada momen-momen tertentu yang dinilai rawan terhadap aktivitas kriminal.
Menurutnya, peredaran narkotika tidak hanya merusak generasi muda, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas keamanan masyarakat.
Karena itu, aparat kepolisian berkomitmen untuk menindak tegas setiap pelaku yang terlibat dalam jaringan peredaran narkoba.
Selain melakukan penindakan, Polres Wonosobo juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam membantu pemberantasan narkotika.
Kasatresnarkoba AKP Teguh Sukosso mengimbau warga agar tidak ragu memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penyalahgunaan atau peredaran narkoba di lingkungan sekitar.
“Polres Wonosobo akan terus melakukan upaya penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih dari narkoba,” ujarnya.
Dengan dukungan masyarakat, kepolisian berharap upaya pemberantasan narkotika di Kabupaten Wonosobo dapat berjalan lebih efektif sehingga tercipta lingkungan yang aman dan sehat, khususnya selama bulan suci Ramadan.