
SERAYUNEWS- Umat Islam mulai bersiap menyambut Ramadan 1447 H/2026 dengan memperbanyak ibadah, termasuk Salat Tarawih yang menjadi amalan khas bulan suci.
Salah satu hal yang paling banyak dicari di Google menjelang Ramadan adalah bacaan niat Salat Tarawih lengkap untuk imam dan makmum dalam bahasa Arab beserta artinya.
Peningkatan pencarian ini menunjukkan antusiasme masyarakat untuk memastikan ibadah dilakukan sesuai tuntunan syariat.
Banyak jamaah ingin memastikan lafaz niat yang benar, perbedaan niat sebagai imam, makmum, maupun salat sendiri (munfarid), serta dalil Al-Qur’an dan hadis yang menjadi dasar pelaksanaannya.
Salat Tarawih merupakan salat sunnah muakkad yang dikerjakan pada malam hari selama bulan Ramadan setelah Salat Isya.
Selain menjadi momentum mempererat ukhuwah di masjid, Tarawih juga menjadi sarana meraih ampunan dan pahala berlipat ganda. Melansir berbagai sumber, berikut Serayunews sajikan ulasannya:
Secara umum, perintah mendirikan salat ditegaskan dalam banyak ayat Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
Artinya: “Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah: 43)
Tentang keutamaan ibadah malam di bulan Ramadan, Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ • قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا
Artinya: “Wahai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali sedikit.” (QS. Al-Muzzammil: 1–2)
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadan (Tarawih) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
نَوَيْتُ صَلَاةَ التَّرَاوِيحِ سُنَّةً إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat salat sunnah Tarawih sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
Bacaan Niat Salat Tarawih untuk Makmum (Arab dan Artinya)
نَوَيْتُ صَلَاةَ التَّرَاوِيحِ سُنَّةً مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat salat sunnah Tarawih sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Bacaan Niat Salat Tarawih Sendiri (Munfarid)
نَوَيْتُ صَلَاةَ التَّرَاوِيحِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat salat sunnah Tarawih karena Allah Ta’ala.”
Mayoritas umat Islam di Indonesia melaksanakan Tarawih sebanyak 8 rakaat atau 20 rakaat, ditambah witir. Perbedaan ini memiliki landasan masing-masing dalam praktik sahabat Nabi.
Allah SWT berfirman:
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا
Artinya: “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka ambillah, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr: 7)
Ayat ini menjadi dasar penting bahwa praktik ibadah mengikuti tuntunan Rasulullah SAW dan para sahabat.
1. Dilaksanakan setelah Salat Isya
2. Dikerjakan dua rakaat salam
3. Membaca surah Al-Fatihah dan surah lain pada setiap rakaat
4. Ditutup dengan Salat Witir
Allah SWT juga menegaskan keutamaan membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Salat Tarawih berjamaah di masjid memperkuat ukhuwah Islamiyah. Selain itu, suasana khusyuk dan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an menghadirkan ketenangan batin.
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya siapa yang salat bersama imam hingga selesai, maka dicatat baginya pahala salat semalam penuh.” (HR. Tirmidzi)
Salat Tarawih bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Memahami bacaan niat yang benar membantu umat Islam menjalankan ibadah dengan lebih mantap dan khusyuk.
Dengan mengetahui lafaz niat dalam bahasa Arab lengkap beserta artinya, serta dalil Al-Qur’an yang mendasarinya, diharapkan umat Islam dapat menyambut Ramadan 2026 dengan kesiapan spiritual yang lebih baik.