
SERAYUNEWS- Fenomena gerhana matahari cincin api diprediksi terjadi pada 17 Februari 2026 dan menjadi perhatian dunia. Badan antariksa Amerika Serikat, menjelaskan bahwa peristiwa ini termasuk gerhana matahari annular yang menampilkan lingkaran cahaya terang di tepi matahari.
Fenomena langit ini tidak hanya menjadi kajian astronomi, tetapi juga momentum spiritual bagi umat Islam. Gerhana merupakan tanda kekuasaan Allah SWT yang mengingatkan manusia agar kembali bersujud dan memperbanyak ibadah.
Al-Qur’an berulang kali menyebut matahari dan bulan sebagai ayat (tanda) kebesaran-Nya. Karena itu, saat gerhana terjadi, umat Islam dianjurkan memperbanyak sholat, doa, dan dzikir sebagai bentuk penghambaan.
Melansir berbagai sumber, berikut Serayunews sajikan ulasan mengenai panduan lengkap Sholat Gerhana Matahari Cincin Api tanggal 17 Februari 2026:
Menurut , gerhana cincin api terjadi ketika bulan berada di antara bumi dan matahari namun pada jarak lebih jauh, sehingga tidak menutup matahari sepenuhnya. Cahaya matahari yang tersisa membentuk lingkaran terang menyerupai cincin api.
Fenomena ini hanya dapat terlihat sempurna di jalur annularitas tertentu. Secara ilmiah, gerhana merupakan hasil pergerakan presisi benda langit yang dapat dihitung secara akurat.
Allah SWT berfirman dalam:
1. QS. Fussilat ayat 37
وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Artinya:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam dan siang, matahari dan bulan. Janganlah kamu bersujud kepada matahari dan jangan pula kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.”
Ayat ini menjadi dasar bahwa ketika matahari mengalami perubahan seperti gerhana, umat diperintahkan untuk bersujud kepada Allah.
2. QS. Yunus ayat 5
هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ
Artinya:
“Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya serta ditetapkan-Nya manzilah-manzilah bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu.”
Ayat ini menegaskan bahwa gerhana adalah bagian dari ketetapan dan perhitungan Allah.
3. QS. Al-Qiyamah ayat 8–9
وَخَسَفَ الْقَمَرُ
وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ
Artinya:
“Dan apabila bulan telah hilang cahayanya, dan matahari dan bulan dikumpulkan.”
Ayat ini menunjukkan adanya peristiwa langit luar biasa yang menjadi tanda kebesaran Allah.
أُصَلِّي سُنَّةَ الْكُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya:
Saya niat sholat sunnah gerhana matahari dua rakaat karena Allah Ta’ala.
Tata Cara Sholat Kusuf Lengkap
Sholat kusuf dilakukan dua rakaat, setiap rakaat dua kali rukuk.
Urutannya:
1. Takbiratul ihram.
2. Membaca doa iftitah.
3. Membaca Al-Fatihah.
4. Membaca surat panjang.
5. Rukuk panjang.
6. I’tidal lalu membaca Al-Fatihah dan surat lebih pendek.
7. Rukuk kedua.
8. I’tidal lalu sujud dua kali.
9. Rakaat kedua dengan pola yang sama.
10. Tasyahud akhir.
11. Salam.
Al-Fatihah
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Artinya:
“Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”
QS. Al-Ikhlas
Arab:
قُلْ هُوَ اللّٰهُ أَحَدٌ
اللّٰهُ الصَّمَدُ
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Artinya:
“Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”
Amalan Setelah Shalat Kusuf (Gerhana Matahari):
1. Perbanyak Istighfar
أستغفر الله العظيم
“Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”
2. Dzikir (Tasbih, Tahmid, Takbir)
Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar.
3. Berdoa & Taubat
Allah berfirman dalam QS. Ali Imran: 190:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.”
Gerhana adalah tanda kebesaran Allah, maka perbanyak doa, istighfar, dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Gerhana matahari cincin api 17 Februari 2026 menjadi pengingat bahwa alam semesta tunduk pada hukum Allah. Matahari yang begitu besar pun berada dalam kendali-Nya.
Penjelasan ilmiah dari tidak bertentangan dengan Al-Qur’an. Justru, keteraturan orbit benda langit semakin menguatkan keimanan terhadap Sang Pencipta.
Fenomena cincin api bukan sekadar tontonan langit, melainkan momentum ibadah. Al-Qur’an secara jelas memerintahkan manusia untuk bersujud kepada Allah, bukan kepada matahari atau bulan.
Dengan memahami ayat-ayat Al-Qur’an dan tata cara sholat kusuf secara benar, umat Islam dapat menyambut gerhana dengan penuh ketenangan, kesadaran, dan peningkatan iman.