Bank Indonesia mulai menyasar ke pedagang pasar dan UMKM, untuk penerapan sistem transaksi digital, melalui penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS). Sistem ini hasil kolaborasi BI dengan Kementerian Perdagangan, mengusung tema SIAP (Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai). Program SIAP QRIS salah satunya diterapkan di Pasar Segamas Purbalingga.
Purbalingga, serayunews.com
Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Samsun Hadi menyampaikan bahwa SIAP QRIS merupakan program unggulan yang sedang digencarkan. Pihaknya terus memperluas jangkauan penggunaan transaksi digital. Program ini juga dalam upaya memulihkan perekonomian nasional.
“Kami di eks Karesidenan Banyumas juga terus berupaya terus memperluas, sebagai piloting SIAP QRIS dipilih di Pasar Segamas,” katanya, Kamis (09/12/2021).
Di Indonesia, telah dilaksanakan di 51 pasar, yang tersebar di 49 kota/kabupaten. Satu di antaranya di Kabupaten Purbalingga. Tujuan dari program ini adalah untuk memudahkan masyarakat. Baik pedagang maupun pembelinya.
“Memudahkan transaksi, karena praktis dan aman. Sehingga mencegah persebaran virus Covid-19 juga,” ujarnya.
Lebih lanjut Samsun Hadi menyampaikan, Bank Indonesia tengah merencanakan untuk menaikan batas transaksi QRIS. Saat ini batas transaksi nontunai maksimal Rp2 juta dan akan dinaikan menjadi Rp5 juta per transaksi.
“Saat ini limit per transaksi QRIS maksimal Rp2 juta per transaksi. Untuk transaksi yang nilainya lebih besar dari Rp2 juta, pembeli harus melakukan pemindaian QR code lebih dari sekali,” kata dia.