
SERAYUNEWS-Situasi panas terjadi jelang laga Pasuruan United vs Persak Kebumen di babak 32 besar Liga 4 Nasional grup X. Pasuruan United mengancam menolak bermain melawan Persak Kebumen terkait venue pertandingan.
Pada mulanya, Pasuruan United dan Persak Kebumen kompak melayangkan protes terkait penunjukan Stadion Notohadinegoro Jember untuk laga kedua tim pada 16 Juni 2026. Protes dilayangkan kedua tim pada 14 Juni 2026 karena Stadion Notohadinegoro tidak layak yang bisa membuat pemain rawan cedera.
Terkait protes itu, pada Senin (15/6/2026) ada keputusan bahwa lapangan dipindah dari Notohadinegoro ke Lapangan Glagahwero Jember. Pasuruan United pun sudah mendapatkan surat terkait perubahan tempat pertandingan.
Namun, pada Senin (15/6/2026) malam panitia pelaksana membatalkan pergantian venue. Alasannya tidak ada izin kepolisian. Pertandingan pun dikembalikan ke Stadion Notohadinegoro. Keputusan balik di Stadion Notohadinegoro itu yang diprotes Pasuruan United.
Melalui Instagramnya, Pasuruan United menolak bertanding apabila keputusan itu (mengembalikan venue ke Stadion Notohadinegoro) berasal dari panitia pelaksana dan tidak ada surat resmi dari PSSI terkait venue.
Sekadar diketahui, laga Pasuruan United vs Persak adalah laga pamungkas grup X. Di grup X selain laga tersebut ada juga laga Persid Jember vs Persiharjo Sukoharjo. Karena dua laga itu adalah laga pamungkas, maka pertandingan dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan di tempat yang berbeda.
Persid vs Persiharjo dilaksanakan di Stadion Jember Sport Garden dan Persak vs Pasuruan United dilaksanakan di Stadion Notohadinegoro.
Persak Kebumen sendiri perlu tidak kalah melawan Pasuruan United agar bisa lolos ke babak 16 besar. Persak juga masih bisa lolos sekalipun kalah dari Pasuruan United, syaratnya Persid tidak kalah dari Persiharjo.