
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS –Musim kemarau mulai memberikan dampak serius bagi masyarakat Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Sedikitnya 32 desa dan 6 kelurahan yang tersebar di 11 kecamatan mengalami krisis air bersih.
Kondisi tersebut membuat ribuan warga harus mengandalkan pasokan air dari pemerintah, PMI, maupun relawan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara mencatat, hingga 17 Agustus 2026, bantuan air bersih telah disalurkan kepada 6.156 kepala keluarga (KK) di sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, mengatakan distribusi air bersih masih terus dilakukan bersama PMI Banjarnegara dan para relawan.
“Total yang sudah kami distribusikan kepada masyarakat sekitar 4.072.800 liter air bersih dengan menyasar 6.156 kepala keluarga,” kata Aji, Selasa (18/8/2026).
Sebaran wilayah yang mengalami krisis air bersih cukup luas. Kondisi tersebut terjadi di 11 kecamatan dengan jumlah desa terdampak yang berbeda-beda.
Rinciannya, Kecamatan Punggelan sebanyak 3 desa, Wanadadi 2 desa, Purwareja Klampok 3 desa, Susukan 3 desa, Mandiraja 2 desa, Purwanegara 5 desa, Bawang 6 desa, Pagedongan 5 desa, Sigaluh 1 desa, Banjarnegara 5 desa, dan Madukara 3 desa.
Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan kekurangan air bersih selama musim kemarau tidak hanya terjadi di satu kawasan, tetapi menyebar ke sejumlah wilayah Banjarnegara.
Bagi masyarakat yang berada di daerah dengan sumber air terbatas, datangnya musim kemarau membuat kebutuhan air bersih menjadi persoalan yang harus segera ditangani.
Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan warga, BPBD Banjarnegara bersama sejumlah pihak masih melakukan dropping air bersih ke wilayah terdampak.
Aji menyebut, distribusi dilakukan menggunakan tujuh armada yang berasal dari BPBD, PMI, Dinas PUPR, serta kendaraan bak terbuka.
Upaya tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Pada 18 Agustus 2026, distribusi air bersih kembali dijadwalkan menyasar sejumlah desa yang membutuhkan.
Delapan desa yang menjadi sasaran distribusi yakni Desa Gemuruh, Kebondalem, Majalengka, Wanadri dan Serang di Kecamatan Bawang, serta Panerusan Kulon dan Derik di Kecamatan Susukan.
Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, kebutuhan air bersih diperkirakan tetap menjadi perhatian di sejumlah wilayah Banjarnegara.
Distribusi air bersih menjadi langkah penting untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, terutama di desa-desa yang sumber airnya mulai berkurang atau mengering.
Masyarakat di wilayah terdampak juga diharapkan dapat menggunakan air bantuan secara bijak agar dapat mencukupi kebutuhan keluarga sembari menunggu kondisi sumber air kembali normal.
Dengan lebih dari empat juta liter air yang telah didistribusikan dan ribuan keluarga yang telah menerima bantuan, persoalan kekeringan di Banjarnegara menjadi pengingat bahwa air bersih bukan sekadar kebutuhan, tetapi kebutuhan dasar yang sangat menentukan kehidupan warga selama musim kemarau.