Jumat, 24 September 2021

Peduli COVID-19, Mahasiswa KKN-T IPB University Bagikan Handsanitizer Gratis Kepada Warga Dusun Bogemanjir Kabupaten Cilacap

Pembagian Hand Sanitizer kepada Warga Dusun Bogemanjir

Berdasarkan data dari WHO, hingga 4 Agustus 2021 kasus Covid-19 di Indonesia yang terkonfirmasi positif sebanyak 3.532.567 kasus. Kematian terkait Covid-19 yang dilaporkan sebanyak 100.636 dan 2.907.920 pasien telah pulih dari penyakit Covid-19. Jawa Tengah menempati posisi ke-3 jumlah kasus Covid-19 terbanyak di Indonesia. Jumlah kasus Covid-19 di Jawa Tengah yang terkonfirmasi sebanyak 397.834 kasus. Jumlah kasus Covid-19 yang terkonfirmasi dari Kabupaten Cilacap sebesar 13.850 kasus dan jumlah kematian sebesar 406. Kabupaten Cilacap termasuk dalam zona merah yang artinya memiliki resiko tinggi dalam penyebaran kasus Covid-19. Berdasarakan data dari Satuan Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Cilacap pada 5 Agustus 2021, jumlah kasus positif aktif  sebesar 1.506.

Dusun Bogemanjir atau lokasi Mahasiswa KKN-T IPB University adalah salah satu dusun yang terletak di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Menurut Satuan Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Cilacap pada 5 Agustus 2021, Kecamatan Adipala memiliki jumlah kasus Covid-19 yang terkonfirmasi positif sebanyak 98 kasus. Berdasarkan data tersebut maka harus segera dilaksanakan upaya pencegahan penyebaran virus corona di Kecamatan Adipala. Upaya pemutusan rantai Covid-19 salah satunya adalah dengan menggunakan handsanitizer. Cara terbaik dalam mencegah penularan Covid-19 adalah dengan mencuci tangan menggunakan air dan sabun setidaknya minimal 20 detik. Namun, jika tidak memungkinkan maka dapat dilakukan menggunakan handsanitizer. Handsanitizer mampu membunuh patogen dalam tangan.

Mahasiswa KKN-T IPB University yang terdiri dari 9 peserta menginisiasi pembuatan handsanitizer sebagai upaya pemutusan rantai penyebaran Covid-19. Handsanitizer dibuat berdasarkan standar dari World Health Organization (WHO) terdiri dari etanol 96%, hidrogen peroksida 3%, gliserol 98%, dan aquades. Etanol berfungsi sebagai disinfeksi bakteri, jamur, dan virus. Hidrogen peroksida berfungsi sebagai oksidator untuk menonaktifkan kontaminasi virus dan kuman. Gliserol berfungsi untuk melembabkan telapak tangan setelah menggunakan hand sanitizer. Handsanitizer digunakan dengan cara diteteskan dan diratakan pada seluruh permukaan tangan tanpa ada pembilasan.

Langkah-langkah pembuatan handsanitizer disebarluaskan kepada warga Dusun Bogemanjir, Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah melalui kanal YouTube KKN-T Cilacap Kab 01. Pembuatan video tutorial tersebut bertujuan agar masyarakat khusunya warga Dusun Bogemanjir dapat membuat handsanitizer secara pribadi di rumah masing-masing. Pembuatan handsanitizer oleh masyarakat selama mengikuti panduan yang ada dan untuk penggunaan sendiri atau tidak diperjualbelikan tidak masalah. Hal paling penting dan perlu diperhatikan dalam pembuatan handsanitizer yaitu mengenai keamanan dari bahan yang digunakan. Handsanitizer dari mahasiswa KKN-T IPB University Kabupaten Cilacap 01 dikemas dalam botol spray dan dibagikan kepada warga Dusun Bogemanjir sebagai upaya pemutusan rantai penyebaran Covid-19. Pembagian handsanitizer mengikuti protokol kesehatan dan selama pembagian disampaikan pula cara penggunaan dan manfaat dari hansanitizer kepada warga Dusun Bogemanjir.

Penulis : Cika Hilda Fransiski

Editor :Tim Redaksi

Berita Terkait

Berita Terkini