SERAYUNEWS- Bulan Ramadan adalah bulan suci yang penuh berkah, di mana umat Islam seluruh dunia berlomba-lomba meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Akademisi UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Dr. Muhammad Ash-Shiddiqy, menekankan pentingnya memperdalam pemahaman Al-Qur’an dan meningkatkan kualitas ibadah selama Ramadan.
Dia mengajak umat Islam untuk tidak hanya terpaku pada bacaan atau ayat yang sama saat menjadi imam salat atau menyampaikan ceramah, tetapi juga memperluas wawasan keagamaan dengan mempelajari lebih banyak ayat Al-Qur’an.
Dr. Ash-Shiddiqy menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkaya bacaan dan pemahaman terhadap Al-Qur’an.
“Saya ingin mengingatkan bapak dan ibu sekalian untuk memperluas bacaan ayat Al-Qur’an, agar tidak hanya mengulang ayat yang sama saat menjadi imam atau menyampaikan ceramah,” tuturnya.
Hal ini menjadi pengingat bahwa membaca Al-Qur’an sebaiknya disertai dengan pemahaman yang mendalam agar maknanya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain meningkatkan ibadah, Dr. Ash-Shiddiqy menekankan pentingnya menjaga akhlak selama Ramadan.
“Orang bertakwa bukan hanya mereka yang beribadah, tetapi juga yang mampu menahan amarah dan memiliki akhlak yang baik,” jelasnya.
Ramadan tidak hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perilaku negatif serta meningkatkan kualitas akhlak.
Dr. Ash-Shiddiqy juga menyoroti peran penting mahasiswa dalam membangun kebajikan di masyarakat. Para mahasiswa adalah pejuang terdepan dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan di masyarakat.
Kebajikan yang ada dalam individu harus dikumpulkan agar memberikan manfaat yang lebih luas.
Mahasiswa memiliki tanggung jawab besar dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan berperan aktif dalam dakwah.
Ramadan diharapkan menjadi kesempatan untuk memperbarui komitmen spiritual dan meningkatkan kualitas diri.
Tarhib Ramadan ini kita harapkan dapat menjadi sarana untuk mempersiapkan diri memasuki bulan Ramadan 1446H.
“Kita jadikan Ramadan ini sebagai momentum penuh makna untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah Swt. dan sesama manusia,” ungkap Dr. Ash-Shiddiqy.
Dengan semangat Ramadan, generasi muda diharapkan mampu menanamkan nilai kebajikan dan mendorong transformasi sosial yang lebih luas.
Selain manfaat spiritual, puasa juga memiliki dampak positif bagi kesehatan dan fokus belajar mahasiswa.
1. Meningkatkan Konsentrasi – Menahan diri dari makan dan minum membuat tubuh lebih tenang dan mampu fokus lebih baik.
2. Menjaga Keseimbangan Gula Darah – Keseimbangan gula darah yang baik membantu mahasiswa tetap fokus dan mengingat informasi lebih efektif.
3. Detoksifikasi Tubuh – Puasa membantu tubuh membersihkan racun dan meningkatkan metabolisme, yang berdampak positif pada kesehatan otak.
4. Meningkatkan Kualitas Tidur – Selama berpuasa, tubuh cenderung lebih tenang sehingga mempermudah tidur yang berkualitas.
5. Meningkatkan Disiplin Diri – Menahan diri selama puasa membantu mahasiswa melatih disiplin, yang berdampak pada kebiasaan belajar lebih baik.
Kesimpulan
Puasa tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga mendukung kesehatan dan fokus belajar mahasiswa.
Dengan menjaga pola hidup sehat selama Ramadan, mahasiswa dapat tetap produktif dalam menjalankan aktivitas akademik.
Ramadan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri secara spiritual dan sosial.
Dengan memperdalam pemahaman Al-Qur’an, menjaga akhlak, dan meningkatkan kualitas ibadah, Ramadan dapat menjadi momentum untuk perubahan yang lebih baik.
Semoga Ramadan tahun ini membawa berkah dan kemajuan bagi kita semua, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam masyarakat.***