Jumat, 12 Agustus 2022

Pembangunan Jalur Lingkar Patikraja Banyumas Siap Dimulai, Tapi Tunggu Realisasi Anggaran

Seperti yang diketahui, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas tengah mengusulkan ke Kementrian PUPR terkait pembangunan Jalur Lingkar Patikraja Di mana estimasi anggaran yang diperlukan, mencapai Rp 60 miliar. Jika nanti usulan tersebut disetujui, tidak menutupi kemungkinan pembangunan akan segera direalisasikan dalam waktu dekat, karena berbagai persyaratan fisik sudah memenuhi.


Purwokerto, serayunews.com

Sub Koordinator Perencanaan Jalan DPU Banyumas, Kiki Nuvisnu menjelaskan, bahwa lokasi Jalur Lingkar Patikraja nantinya berada di Desa Notog dan Kedungwuluh, Kecamatan Patikraja dengan panjang jalur lingkar mencapai 900 meter.

Baca juga  SMA Muhammadiyah Tambak Banyumas Kebobolan, Monitor dan Alat Musik di Laboratorium Komputer Digasak Maling

“Jadi nanti dari pasar (Patikraja, red) ke utaranya itu 800 meter ke arah Notog sekitar 500 meter. Memang lokasinya masih di sekitar persimpangan Pasar Patikraja, sebelah jembatan ada menara daerah situ, nanti tembusnya masih di Patirkaja di Simpang KUD Patikraja,” kata dia kepada serayunews.com, Jumat (1/4/2022).

Tujuan utamanya lanjut Kiki, yakni untuk mengurai kemacetan di Pasar Patikraja yang kerap terjadi. Nantinya masyarakat yang hendak menuju ke arah Kabupaten Cilacap, akan lebih lancar.

“Itu kan memang untuk simpang Pasar Patikraja ada dari arah Kaliori, Kebasen sering kali menyebabkan kemacetan. Oleh karena itu, kami lagi mengusulkan ke Kementrian PUPR untuk bisa membantu merealisasikan Jalur Lingkar Patikraja, sekarang baru kita usulkan, kemungkinan direalisasikan 100 persen,” ujarnya.

Baca juga  Pihak Terminal Bulupitu Purwokerto Pastikan Harga Tiket Bus Siang dan Malam Sama Saja

Meski demikian, semuanya tergantung anggaran. Jika memang penganggaran bisa dilakukan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banyumas tentunya pembambangunannya bakal sedikit lambar karena keterbatasan APBD sehingga pembangunannya akan dilakukan secara berkala.

“Kalau kementerian bisa menggolontorkan dana secara langsung, jadi harapannya dibantu kementrian sukur-sukur 100 persen dikerjakan kementrian,” kata dia.

Padahal saat ini untuk desain, studi kelayakan dan sebagainya sudah dipersiapkan, bahkan untuk pembebasan tanah juga sudah selesai.

“Tanah sudah dibebaskan, sudah selesai tinggal pembangunannya saja,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini