
SERAYUNEWS – Pemerintah Kabupaten Cilacap menunjukkan komitmennya dalam melestarikan tradisi budaya pesisir dengan menyerahkan bantuan untuk pelaksanaan Festival Nelayan Tahun 2026. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap tradisi Sedekah Laut yang selama ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat nelayan di Kabupaten Cilacap.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, kepada Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap serta delapan kelompok nelayan yang akan terlibat dalam pelaksanaan festival.
Masing-masing kelompok menerima bantuan sebesar Rp7,5 juta untuk mendukung penyelenggaraan Jolen Festival Nelayan 2026. Delapan kelompok penerima bantuan tersebut yakni Kelompok Nelayan PPSC, Sidakaya, Sentolo Kawat, Pandanarang, Kemiren, Bengawan Donan, Tegalkatilayu, dan Lengkong.
Menurut Ammy, Festival Nelayan bukan sekadar agenda budaya tahunan, melainkan simbol rasa syukur masyarakat pesisir atas hasil laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.
“Festival Nelayan merupakan tradisi yang telah mengakar dan menjadi bagian dari identitas masyarakat. Tradisi ini memiliki nilai budaya, sosial, dan spiritual yang perlu terus dijaga serta dilestarikan,” ujarnya.
Pemkab Cilacap berharap Festival Nelayan dapat berkembang menjadi agenda berskala nasional yang mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara.
Ammy menilai potensi budaya yang dimiliki Festival Nelayan sangat besar untuk menjadi daya tarik wisata unggulan Kabupaten Cilacap. Selain memperkuat identitas daerah, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir dan pelaku usaha lokal.
“Semoga Festival Nelayan Cilacap dapat menjadi event tahunan berskala nasional yang mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekaligus memperkaya identitas budaya Kabupaten Cilacap,” katanya.
Ia juga berharap festival tersebut menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat pesisir sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan nelayan.
“Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi serta kearifan lokal yang menjadi kekayaan Kabupaten Cilacap,” tambahnya.
Festival Nelayan Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai 6 hingga 11 Juli 2026. Berbagai kegiatan telah disiapkan untuk memeriahkan perhelatan budaya terbesar masyarakat pesisir Cilacap tersebut.
Rangkaian acara akan diawali dengan malam tasyakuran dan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan seperti Kirab Jolen, pentas seni dan budaya, bazar UMKM, pertunjukan musik, hingga Grand Final Duta Wisata Cilacap.
Adapun puncak acara akan digelar pada 7 Juli 2026 melalui Kirab dan Larung Jolen, tradisi yang menjadi ikon Sedekah Laut Cilacap. Dalam tradisi tersebut, masyarakat nelayan mengarak jolen yang berisi hasil bumi dan hasil laut sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki yang diberikan.
Prosesi larung juga menjadi doa bersama agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan saat melaut, hasil tangkapan yang melimpah, serta kesejahteraan bagi keluarga dan masyarakat pesisir.
Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat, Festival Nelayan 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga momentum untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Cilacap.