
SERAYUNEWS – Upaya melestarikan sejarah dan budaya lokal kini dilakukan dengan cara yang berbeda oleh para pemuda di Desa Energi Berdikari binaan TJSL Pertamina Lubricants Production Unit Cilacap (PUC). Pemuda dari Desa Kebonmanis dan Lomanis diajak menulis sejarah kampung halaman mereka sendiri sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus menumbuhkan kesadaran terhadap potensi desa.
Kegiatan tersebut diawali dengan pembekalan yang digelar di Ruang Kuliah Bersama Auditorium Politeknik Negeri Cilacap, Minggu (14/6/2026). Dalam kegiatan itu, para peserta mendapatkan materi dari budayawan, akademisi, penulis, hingga komunitas sejarah yang selama ini aktif mendokumentasikan perjalanan budaya dan sejarah Banyumas-Cilacap.
Salah satu narasumber yang hadir adalah Yusmanto, S.Sn., M.Sn., budayawan sekaligus pengasuh Majalah Ancas, majalah bulanan berbahasa Banyumasan yang dikenal aktif mengangkat kearifan lokal. Di hadapan para peserta, ia menceritakan bagaimana aktivitas menulis budaya lokal justru membawanya berjejaring dengan peneliti dari berbagai negara di Asia hingga Eropa.
“Ternyata menulis kearifan lokal bisa membawa kita bertemu banyak orang dan membuka wawasan yang lebih luas. Saya sampaikan bahwa menulis merupakan hak kita. Lomanis dan Kebonmanis sangat bagus untuk ditulis karena dekat dengan peristiwa perjuangan serta memiliki posisi strategis dalam perkembangan ekonomi,” ujar Yusmanto.
Materi berikutnya disampaikan oleh Thomas Sutasman dari Tjilatjap History. Penulis sejumlah buku sejarah Cilacap itu menilai wilayah Lomanis dan Kebonmanis menyimpan banyak cerita yang layak diangkat dan didokumentasikan oleh generasi muda.
Menurut Thomas, sejarah asal-usul dusun, peristiwa perjuangan masyarakat, perkembangan aktivitas pelabuhan, hingga tumbuhnya kawasan industri merupakan bagian dari identitas daerah yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Maka menarik mengangkat asal usul nama dusun, peristiwa perjuangan, sejarah geliat ekonomi di pelabuhan, dan kawasan industri,” kata Thomas.
Ia berharap para pemuda tidak hanya menjadi pembaca sejarah, tetapi juga menjadi penulis yang mampu merekam perubahan sosial dan perkembangan wilayahnya sendiri.
Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap, Achmad Fauzi, S.E., M.E. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam upaya pengumpulan data dan penyusunan sejarah desa di Kabupaten Cilacap.
“Semoga kegiatan ini diadopsi di wilayah lainnya dan makin tumbuh kecintaan terhadap akar budaya kita,” ujarnya.
Sementara itu, TJSL Production Unit Cilacap menjelaskan bahwa program penulisan sejarah desa merupakan langkah awal dalam menyiapkan regenerasi pegiat Desa Energi Berdikari. Melalui kerja sama dengan Panduan Institute, para pemuda didorong untuk menulis sejarah desa mereka sendiri sekaligus memetakan potensi yang dapat dikembangkan di masa mendatang.
Kegiatan tersebut juga melibatkan Rumah Inovasi Cilacap-Hive sebagai mitra kolaborasi. Ke depan, program ini diharapkan tidak berhenti pada penerbitan buku sejarah desa, tetapi berkembang menjadi berbagai inovasi yang mendukung penguatan sektor ekonomi, lingkungan, dan pendidikan masyarakat.
Dengan keterlibatan generasi muda, sejarah desa yang selama ini tersimpan dalam cerita lisan diharapkan dapat terdokumentasi dengan baik dan menjadi sumber inspirasi bagi pembangunan desa yang berkelanjutan.