
SERAYUNEWS – Dalam rangka membantu pengembangan UMKM Indonesia, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggelar studi banding nasabah PNM Mekaar. Studi banding dengan tema ‘Sektor Peternakan Lebah dilaksanakan di Aula Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Klasterisasi Madu Klanceng, Desa Cilongok, Kecamatan Langgongsari, Kabupaten Banyumas.
Studi banding ini merupakan program pemberdayaan yang dirancang melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang secara khusus membahas tentang budidaya peternakan lebah klanceng. Selain budidaya lebah klanceng yang dapat dimanfaatkan untuk lahan usaha, hasil panen dari lebah klanceng tersebut mampu dijadikan madu untuk pengobatan berbagai penyakit.
Studi banding diikuti 12 nasabah PNM Mekaar yang merupakan ketua kelompok unggulan dari perwakilan 4 cabang yaitu Madiun, Pati, Banjarnegara, dan Purwokerto.
“Dengan diadakannya studi banding ini, ibu-ibu PNM Mekaar bisa mendapatkan ilmu yang nantinya akan menjadi pendapatan tambahan bagi usahanya serta kemudahan dalam pembudidayaan lebah dan madu klanceng,” ucap pemateri studi banding, Prof.Dr.rer.nat. Imam Widhiono, MZ, M.S, Senin (23/10/2023).
Kegiatan ini tidak terlepas dari komitmen pendampingan PNM dalam membangun hubungan emosional dan memberikan pendampingan usaha kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah sebagai bekal untuk mendapatkan pengetahuan baru yang dapat berdampak kepada kemajuan usaha yang dijalankan oleh nasabah PNM Mekaar sehingga naik kelas.
PNM memberikan fasilitas studi banding ini guna terciptanya akses bagi para nasabah. Mendatangkan nasabah dari provinsi yang berbeda-beda untuk berkumpul dan belajar bersama-sama tanpa dikenakan biaya apapun, rangkaian studi banding ini sangat ditunggu-tunggu oleh nasabah PNM.
Nasabah PNM asal Madiun, Sining menyatakan ucapan terima kasihnya kepada PNM yang sudah membuka kesempatan untuk mengikuti studi banding. Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh sangat berguna untuk pengembangan usahanya.
“Sejak bergabung menjadi nasabah PNM, pelatihan-pelatihan seperti ini sering saya ikuti dan sangat bermanfaat untuk mengembangkan usaha saya. Karena itu semua kesempatan saya manfaatkan sebaik-baiknya, termasuk kegiatan pertemuan kelompok mingguan (PKM),” ucapnya.
Hingga akhir September lalu, PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 49,99 T kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 14,8 juta orang. Saat ini PNM memiliki 62 cabang, 3.849 kantor unit layanan PNM Mekaar dan 642 kantor unit layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 35 provinsi, 432 kabupaten/kota dan 6.018 kecamatan.