
SERAYUNEWS – Pasca perpisahan dengan Enzo Maresca, manajemen Chelsea FC bergerak cepat menyusun daftar kandidat pelatih baru.
Sejumlah nama mulai bermunculan, mulai dari pelatih muda potensial hingga figur lama yang pernah membawa kejayaan ke Stamford Bridge.
Spekulasi pengganti Maresca pun semakin menguat, terutama seiring kebutuhan The Blues akan sosok pelatih yang mampu menstabilkan performa tim dan mengembalikan mental juara.
Salah satu nama yang disebut paling kuat adalah Liam Rosenior. Pelatih berusia 41 tahun tersebut saat ini menukangi RC Strasbourg Alsace di Liga Prancis.
Mantan pemain Brighton & Hove Albion itu dinilai memiliki pendekatan kepelatihan modern yang sejalan dengan arah manajemen Chelsea.
Namun, performa Strasbourg di Ligue 1 musim ini masih terbilang fluktuatif. Klub tersebut kini berada di peringkat ke-7 klasemen sementara dengan koleksi 23 poin dari 16 laga, mencatat 7 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 7 kekalahan.
Meski statistik tersebut belum terlalu menonjol, Chelsea melihat potensi Rosenior dari sisi man management, komunikasi ruang ganti, dan kemampuannya membangun struktur permainan. Kendati demikian, minimnya pengalaman menangani klub elite Eropa dinilai menjadi tantangan tersendiri.
Selain Rosenior, Andoni Iraola Sagarna juga masuk dalam radar Chelsea. Pelatih AFC Bournemouth itu mendapat banyak pujian berkat etos kerja dan pendekatan taktis progresif, meskipun Bournemouth saat ini masih berada di papan bawah Liga Inggris.
Chelsea disebut harus bersaing dengan klub lain jika ingin memboyong pelatih asal Spanyol berusia 43 tahun tersebut.
Sementara itu, nama Antonio Conte kembali mencuat. Mantan pelatih Chelsea periode 2016–2018 itu tengah menikmati performa impresif bersama Napoli. Namun, peluang Conte kembali ke Stamford Bridge dinilai kecil karena Napoli masih berupaya mempertahankannya.
Di tengah berbagai opsi, nama Jose Mourinho justru kembali menjadi perbincangan paling hangat. Pelatih legendaris yang membawa Chelsea meraih kejayaan pada periode 2004–2007 dan 2013–2015 dinilai sebagai sosok paling realistis untuk mengangkat performa The Blues dalam waktu cepat.
Rekam jejak Mourinho yang identik dengan trofi dan mental juara membuatnya dianggap cocok untuk Chelsea yang sedang mencari stabilitas dan karakter kuat di ruang ganti.
Meski kini berusia 62 tahun, pengalaman Mourinho di Liga Inggris bersama Chelsea, Manchester United, dan Tottenham Hotspur menjadikannya figur yang sangat memahami tekanan Premier League.
Dengan situasi Chelsea yang membutuhkan kepemimpinan tegas dan instan impact, kembalinya The Special One ke Stamford Bridge kembali dinilai relevan oleh banyak pengamat.
Kini, publik menanti keputusan besar manajemen Chelsea: memilih pelatih muda penuh potensi atau kembali mempercayakan nasib klub kepada sosok lama yang sarat prestasi.