
JAKARTA, SERAYUNEWS – Kabar duka menyelimuti dunia politik dan industri nasional setelah mantan Menteri Perdagangan sekaligus anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rachmat Gobel, dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) dini hari.
Kepergian tokoh yang dikenal sebagai pengusaha nasional tersebut mengejutkan banyak pihak karena sehari sebelumnya ia masih menjalankan aktivitas seperti biasa.
Rachmat Gobel wafat pada usia 63 tahun. Informasi mengenai kepergiannya telah dikonfirmasi oleh sejumlah tokoh, Partai NasDem, hingga berbagai instansi pemerintah.
Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan yang mengenang dedikasinya dalam dunia usaha, pemerintahan, dan pembangunan nasional.
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka yang berada di Jalan Prof. Dr. Soepomo Nomor 55A, Jakarta Selatan. Sementara itu, keluarga berencana memakamkan Rachmat Gobel di Gorontalo, daerah yang memiliki hubungan erat dengan perjalanan hidup dan pengabdiannya.
Berdasarkan informasi yang telah dikonfirmasi, Rachmat Gobel mengembuskan napas terakhir pada Jumat, 10 Juli 2026 sekitar pukul 03.20 WIB di RS Brawijaya Tebet, Jakarta.
Kepergiannya menjadi perhatian publik karena beberapa rekan menyebut almarhum masih aktif menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI maupun menghadiri agenda partai sehari sebelum wafat.
Rekan-rekan politiknya juga mengungkapkan bahwa kondisi Rachmat Gobel saat itu terlihat baik sehingga kabar meninggal dunia datang secara tiba-tiba.
Sejumlah pejabat negara, sahabat, hingga tokoh daerah menyampaikan rasa kehilangan atas wafatnya sosok yang dinilai memiliki kontribusi besar bagi pembangunan industri nasional serta kawasan timur Indonesia.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, misalnya, mengenang Rachmat Gobel sebagai pribadi yang rendah hati, memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat, serta konsisten mendorong kemajuan bangsa melalui berbagai bidang.
Pertanyaan mengenai Rachmat Gobel meninggal karena apa menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari masyarakat setelah kabar duka tersebut beredar.
Namun hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga, rumah sakit, maupun Partai NasDem mengenai penyebab medis yang mengakibatkan wafatnya Rachmat Gobel.
Informasi yang telah dipastikan sejauh ini hanya mencakup waktu wafat, lokasi meninggal dunia, rumah duka, serta rencana pemakaman di Gorontalo.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai berbagai spekulasi yang beredar di media sosial maupun pesan berantai sebelum ada penjelasan resmi dari keluarga.
Dengan belum adanya informasi mengenai riwayat penyakit ataupun kondisi kesehatan terakhir almarhum, penyebab wafat Rachmat Gobel masih menunggu pengumuman resmi dari pihak yang berwenang.
Rachmat Gobel merupakan salah satu tokoh yang memiliki perjalanan karier panjang di dunia bisnis sebelum terjun ke pemerintahan.
Lahir pada 3 September 1962, ia berasal dari keluarga pendiri Gobel Group yang telah lama dikenal sebagai pelopor industri elektronik di Indonesia. Setelah menyelesaikan pendidikan di Chuo University, Jepang, ia tidak langsung menempati posisi pimpinan perusahaan.
Sebaliknya, Rachmat Gobel memulai karier dari level paling bawah dengan menjalani pelatihan di pabrik milik PT National Gobel. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman menyeluruh mengenai proses produksi hingga akhirnya dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis dalam perusahaan.
Di bawah kepemimpinannya, Gobel Group mampu mempertahankan eksistensi perusahaan saat Indonesia menghadapi krisis ekonomi akhir 1990-an. Ia juga memperkuat kerja sama jangka panjang dengan Panasonic serta mendorong pengembangan industri berorientasi ekspor.
Pengalaman panjang di sektor industri kemudian membawanya ke dunia pemerintahan.
Pada tahun 2014, Presiden Joko Widodo menunjuk Rachmat Gobel sebagai Menteri Perdagangan Republik Indonesia.
Setelah menyelesaikan masa tugasnya sebagai menteri, ia kembali dipercaya menjadi Utusan Khusus Presiden untuk Jepang.
Karier politiknya berlanjut setelah bergabung dengan Partai NasDem. Dalam Pemilu 2019, Rachmat Gobel terpilih sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Gorontalo dan kemudian dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2019–2024.
Pada periode berikutnya, ia tetap aktif di parlemen sebagai anggota Komisi VI DPR RI sekaligus menjalankan berbagai tugas di Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP).
Selain itu, Rachmat Gobel juga dikenal aktif memperjuangkan peningkatan investasi, penguatan sektor industri manufaktur, pengembangan kawasan timur Indonesia, hingga mempererat hubungan ekonomi Indonesia dengan Jepang.
Sementara itu, terkait pertanyaan mengenai penyebab wafatnya Rachmat Gobel, publik masih diminta menunggu penjelasan resmi dari keluarga maupun pihak terkait.
Hingga saat ini, belum ada informasi yang menyebutkan penyakit atau kondisi medis tertentu sebagai penyebab meninggalnya mantan Menteri Perdagangan tersebut.***