
PURWOKERTO, SERAYUNEWS-Komunitas Pemuda Stok Lama (Pestol) Banyumas Raya bakal merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 pada 22 Juli 2026. Acara bertema “Berbahagia Pemuda Stok Lama” ini akan digelar di Level Up Cafe Purwokerto mulai pukul 13.00 WIB.
Dalam perayaan ini, Pestol menggelar aksi sosial berupa penggalangan donasi dan penyerahan santunan bagi anggota yang membutuhkan. Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan kekompakan agar tercipta komunitas yang guyub, rukun, makmur, dan berkelanjutan.
Ketua Panitia Harlah ke-1 PESTOL, Anton BJG, menyampaikan bahwa momentum satu tahun berdirinya komunitas ini menjadi ajang untuk saling membantu antaranggota.
“Kami merayakan kebersamaan selama setahun komunitas ini eksis. Kami menyadari tidak semua anggota berada dalam kondisi finansial yang baik. Karena itu, kami berharap PESTOL dapat menjadi wadah untuk saling memberi dan menerima,” ujar Anton, Senin (20/07/2026) petang.
Komunitas PESTOL resmi berdiri pada 22 Juli 2025. Berawal dari grup WhatsApp yang hanya diisi 5–6 orang, kini anggotanya berkembang pesat hingga sekitar 400 orang. Anggota tersebut berasal dari berbagai profesi, pengusaha, hingga elemen organisasi masyarakat (ormas) di Banyumas Raya.
Beberapa pimpinan ormas yang turut bergabung di antaranya berasal dari MPC Pemuda Pancasila, GRIB Jaya Banyumas, LSM Harimau, dan organisasi lainnya. Selain itu, jajaran pengusaha Banyumas Raya seperti Saring Anggoro, Elko, Rachmat Kuwatno, dan Anggi AKAS juga tercatat sebagai anggota.
Menariknya, momentum perayaan HUT pertama ini juga bertepatan dengan ulang tahun ke-41 salah satu anggotanya yang merupakan seorang pengusaha, Rachmat Kuwatno.
Penggagas sekaligus Ketua Komunitas PESTOL, Agung Buwono, menjelaskan bahwa istilah “Pemuda Stok Lama” bukan merujuk pada usia biologis, melainkan semangat untuk tetap aktif, produktif, dan menjalin persaudaraan. Komunitas ini hadir sebagai wadah bagi mereka yang tidak lagi muda untuk tetap berkarya dan bergaul dalam bingkai persatuan.
“Kami ingin menyatukan orang-orang yang usianya tak lagi muda, tetapi masih memiliki jiwa muda. Kami rindu masa-masa kebersamaan dulu, namun tetap dalam bingkai persatuan,” kata Agung, yang juga dikenal sebagai pentolan MMC Guard.
Tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, PESTOL juga menaruh perhatian pada isu-isu sosial yang meresahkan generasi muda, seperti bahaya narkoba dan fenomena geng motor. Agung menegaskan, PESTOL ingin memberikan teladan bahwa pergaulan dapat dibangun secara positif dan konstruktif.
“Ada keprihatinan terhadap adik-adik kita yang terjerumus narkoba maupun geng motor. Lewat PESTOL, kami ingin menunjukkan bahwa bergaul bisa dilakukan secara positif dan tetap menyenangkan,” tegasnya.
Beranggotakan warga asli Banyumas Raya, PESTOL menjadikan persatuan sebagai fondasi utama. Meski didominasi anggota berusia dewasa, komunitas ini aktif menggelar pertemuan rutin, aksi berbagi, hingga membangun komunikasi lintas generasi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa orang yang tak lagi muda tetap bisa eksis, berkarya, dan yang paling penting: bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” pungkas Agung.