
SERAYUNEWS — Pemerintah Kabupaten Banyumas mulai menangani kerusakan jembatan ambrol di ruas Jalan Baturraden Barat, tepatnya di wilayah Desa Kutasari, Kecamatan Baturraden.
Perbaikan jembatan tersebut diperkirakan menelan biaya hingga Rp600 juta dengan estimasi pengerjaan selama sekitar 20 hari.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Banyumas, Kresnawan, melalui Kabid Jalan dan Drainase DPU Banyumas, Rusli Kurnia mengatakan proses penanganan sudah mulai dilakukan.
“Estimasi pengerjaan memakan waktu sekitar 20 hari,” katanya, Selasa (26/5/2026).
Menurut Rusli, kerusakan jembatan tidak hanya terjadi pada bagian permukaan yang ambrol, tetapi juga pada struktur bawah jembatan yang mengalami pengikisan cukup parah.
Untuk penanganan permanen, DPU Banyumas berencana mengganti bagian bawah jembatan menggunakan box culvert agar struktur lebih kuat dan aman.
“Rencana akan kita ganti dengan Box Culvert,” kata dia.
Karena jalur tersebut menjadi akses vital masyarakat menuju wilayah utara Baturraden dan Desa Pamijen, perbaikan dilakukan secara menyeluruh dan bukan sekadar penanganan sementara.
“Dari hitungan kami perkiraan bisa mencapai Rp600 juta,” katanya.
Selama proses pengerjaan berlangsung, ruas jalan Baturraden Barat ditutup total untuk kendaraan.
Pengendara yang hendak menuju Desa Pamijen maupun kawasan utara lainnya diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui pertigaan Purwosari arah Beji.
Dari jalur tersebut, kendaraan dapat melintas melalui ruas Purwosari–Kutasari hingga menuju Pamijen.
Sementara kendaraan dari arah utara juga diarahkan mengambil jalur yang sama sebelum titik jembatan ambrol. Sedangkan kendaraan menuju pusat Baturraden dapat langsung mengambil arah kanan di pertigaan Tugu Batu.
Proses penanganan jembatan turut ditinjau langsung oleh Sadewo Tri Lastiono bersama Kepala DPU Banyumas, Kresnawan.
Pemerintah berharap proses perbaikan berjalan lancar agar akses transportasi masyarakat dapat segera kembali normal.