Minggu, 27 November 2022

Perkuat Pengawasan di Pulau Nusakambangan, Lapas Batu Luncurkan APONK

Petugas saat sosialisasi penggunaan aplikasi APONK di Aula Ardha Candra Wismasari Nusakambangan, Selasa (15/11/2022). (Dok Lapas Batu Nusakambangan).

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Batu Nusakambangan meluncurkan Aplikasi Pengawasan Orang di Nusakambangan (APONK). Aplikasi ini membantu mempermudah pendataan dan pengawasan keluar masuk orang/barang di Pulau Nusakambangan.


Nusakambangan, serayunews.com

Koordinator Wilayah Pemasyarakatan se-Nusakambangan dan Cilacap I Putu Murdiana menyampaikan, Pulau Nusakambangan sebagai kawasan khusus Pemasyarakatan yang fungsinya sebagai pembinaan narapidana dengan risiko tinggi perlu banyak perhatian. Terutama, katanya, dalam bidang pengamanan dan pengawasan baik orang maupun barang-barang.

Menurutnya, sejumlah Lapas di Nusakambangan yang di dalamnya terdapat keberadaan narapidana teroris, narapidana hukuman mati yang jumlahnya ratusan orang, menjadi suatu alasan kenapa pulau ini menjadi ikon penjara di dunia.

“Dalam perkembangan era digital saat ini, pengawasan dan pengamanan orang di Pulau Nusakambangan yang sebelumnya menggunakan teknik manual saat ini sudah beralih menggunakan teknologi informasi,” ujar Putu, Selasa (15/11/2022).

Putu menyampaikan, pengawasan dan pengamanan di Nusakambangan merupakan hal yang pokok dan mendasar yang harus dilaksanakan oleh setiap petugas.

Mengingatkan pentingnya pengawasan ini, lanjut Putu, maka sudah saatnya pengawasan menggunakan teknologi informasi sangat dibutuhkan. Karena, keberadaan orang di Nusakambangan semakin hari semakin meningkat dengan berbagai macam kegiatan, maka dalam mempermudah pendataan dan pengawasannya bisa menggunakan aplikasi APONK.

“Aplikasi sangat memudahkan dalam hal pendataan dan pengawasan orang terutama yang akan masuk dari Pelabuhan Wijayapura menuju Pulau Nusakambangan dan aktivitas yang dilakukan. Apakah dia pegawai yang melaksanakan tugas, pengunjung/tamu maupun masyarakat yang berada di sekitaran UPT di Nusakambangan,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kakanwil Kemenkumham Jawa Tengah, A. Yusfahrudin menguatkan, bahwa pengawasan ini menjadi harga mati. Tidak boleh ada kecolongan dengan adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab di Nusakambangan. Sebab, sangat membahayakan.

Harapannya, pengawasan dengan teknologi informasi secara terus menerus dan berkesinambungan. Sehingga pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan di Nusakambangan dapat berjalan secara optimal.

Editor :kholil

Berita Terpopuler

Berita Terkini