Selasa, 7 Februari 2023

Permadani Banjarnegara Gelar Wayangan Semalam Suntuk

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Desa Medayu, Kecamatan Wanadadi yang menampilkan dua dalang sekaligus dengan lakon ‘Sesaji Pendowo Syukur’, Sabtu (2/12/2022) malam. Foto dok Permadani Banjarnegara

Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Kabupaten Banjarnegara menggelar wayangan semalam suntuk di Desa Medayu, Kecamatan Wanadadi, Sabtu (2/12/2022) malam. Acara tersebut untuk melestarikan sekaligus merawat budaya Jawa.


Banjarnegara, Serayunews.com

Wayangan dengan dua dalang yakni Ki Krisna Ady, Ki Bagong Sugiyanto ini, mengambil lakon ‘Sesaji Pendowo Syukur’. Agenda ini untuk merawat budaya, sekaligus memeringati Hari Wayang Nasional. Lakon Sesaji Pendowo Syukur ini, bercerita tentang cara penanggulangan menghadapi cobaan dalam kehidupan sehari-hari yang sangat relevan dengan keadaan bangsa saat ini.

Ketua panitia, Tjurigo mengatakan, penggagas pagelaran wayang ini adalah Permadani Banjarnegara dalam upaya melestarikan kebudayaan nenek moyang yang ada di Indonesia.

“Nguri-uri budaya dapat dengan berbagai cara, salah satunya melalui pagelaran wayang kulit ini. Pada pagelaran budaya ini, bukan hanya para penampil saja yang menguri-uri, namun para penonton juga secara langsung ikut melestarikan budaya,” katanya.

Menurutnya, generasi muda juga harus memahami budaya adi luhung wayang kulit yang harus dilestarikan. Generasi muda di era sekarang ini harus bisa memilih dan memilah, mana budaya-budaya yang sesuai dengan jati diri bangsa.

Tekad dari Permadani Banjarnegara, kata Tjurigo, adalah ingin seiring sejalan bersama praktisi seni dan budaya, khususnya Dewan Kesenian Banjarnegara bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Tujuannya, untuk membangkitkan generasi muda, supaya kembali mencintai seni dan budaya peninggalan nenek moyang yang adi luhung, guna menangkap derasnya budaya dari mancanegara yang tidak sesuai dengan kepribadian Bangsa Indonesia.

“Mari bersama-sama kita lestarikan budaya di Banjarnegara dan Indonesia pada umumnya. Kita hargai budaya warisan nenek moyang sendiri, bukan budaya asing yang justru tidak selaras dengan budaya yang ada di Indonesia,” katanya.

Sementara Ketua Permadani Banjarnegara, Bagong Sugiyanto mengatakan bahwa, pertunjukan wayang ini juga sebagai media untuk menjalin silaturahmi. Bukan hanya itu, pagelaran wayang kulit ini juga untuk penguatan para pelaku seni, khususnya pelaku seni wayang kulit di Banjarnegara.

“Banjarnegara adalah gudangnya seniman, namun masa pandemi dua tahun kemarin, mereka tenggelam. Semoga kini semua seniman bisa bangkit lagi dan ke depan ada perhatian dari pemerintah untuk kemajuan kesenian dan seniman pelakunya,” katanya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini