Sabtu, 18 September 2021

Pernah Dua Kali Bangkrut, Kini Sukses Berjualan Es Doger di Cilacap

Ariston bersama timnya. (Irfan Miftah Ramadhan)

Gagal itu biasa. Bangkit lagi setelah gagal, itu baru luar biasa. Mungkin ungkapan itu cocok untuk Ariston Sultana, pengusaha pemilik Ais Doger di Cilacap. Diketahui, Arsiton menjual es doger dengan merek Ais Doger. Ariston pernah mengalami kegagalan dan kebangkrutan. Namun, hal itu tak membuatnya makin terpuruk. Dari kegagalan, dia bangkit lagi dan kini sudah bisa merasakan kesuksesan sebagai pengusaha.


Cilacap, serayunews.com

Ariston bercerita, dirinya pernah mengalami sedikitnya dua kali kebangkrutan. Yang pertama adalah pada saat merintis bisnis café. Yang kedua pada saat menjadi broker dan reseller di beberapa produk ternama.

Pria yang akrab disapa Ais ini mengatakan, sebelum mempunya bisnis Ais Doger, dirinya terlebih dulu merintis usaha Nyong Pasta. Nyong Pasta adalah cafe yang menyediakan berbagai varian pasta, namun hanya bertahan 10 bulan. Dia saat itu hanya berkeyakinan pada idelismenya yang beranggapan berbisnis cafe keren dan prestise.

“Ternyata bisnis itu ga berkembang dan bahkan kurang menarik pasar di Cilacap. Mungkin kurang familiar, akhirnya saya mencoba peruntungan lain dengan menjadi broker dan reseller di beberapa produk. namun saya malah seperti kurang nyaman dan merasa bukan passionnya di situ,” katanya kepada serayunews.com, Rabu (14/7/2021).

Belajar dari kegagalan, kata dia, akhirnya ia memilih berjualan es doger. Dia berpandangan semua orang menyukai dan tidak mengeluarkan biaya yang mahal. Lalu dirinya mencoba membuat bisnis plan, dari mulai konsep, packaging, pemasaran yang semuanya dipikirkan sendiri. Terlebih Aris ingin membuat bisnis es doger yang bisa sustainable dan profitable juga dengan segmentasi pasar menengas ke atas. karena marketnya masih luas banget untuk pecinta minuman es jadul.

“Mulai buka itu April 2020. Alhamdulillah lancar walaupun sempat drop di awal pandemi. Sempat juga membuka cabang di September tapi cuma bertahan 4 bulan dan akhirnya saya tutup,” tuturnya.

Ia menjelaskan, saat ini dirinya memfokuskan hanya di satu outlet saja, namun besar tidak seperti saat awal merintis, yang hanya menggunakan gerobak es. Outlet Ais Doger sendiri terletak di Jalan Rinjani ruko puri kusuma blok A1, serta membuka reseller di tiap kecamatan dengan target 20 reseller.

Dengan omzet penjualan Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta per hari. Bahkan terdapat beberapa orang juga ingin menjadi mitra di tiap kota. Hahya saja saat ini sedang membenahi SOP, sehingga nantinya mitra dan reseller juga bangga dan mendapat profit dari bisnis Ais Doger ini.

“Visi misi saya adalah tahun depan harus bisa minimal punya 50 mitra di pulau Jawa dan di 2024 setidaknya harus ada 100 mitra lebih di seluruh penjuru Nusantara. Ais Doger harus bisa menjadi brand minuman jadul dengan konsep modern yang mampu bersaing dengan brand-brand besar minuman kekinian yg ada di Indonesia,” ujarnya.

Ariston mengatakan, berawal dari sebuah gerobakan di emperan, mimpinya bisa mempunyai ratusan cabang, serta membuka lapangan kerja dan bermanfaat untuk masyarakat.

Berita Terkait

Berita Terkini