
SERAYUNEWS – Skuad Persibas Banyumas harus rela menelan pil pahit, pada pertandingan 8 besar Liga 4 Jawa Tengah, di Stadion Satria Purwokerto, Minggu (01/02/2026).
Persak Kebumen berhasil mencuri 3 point, atas tuan rumah Persibas. Gol semata wayang milik Persak Kebumen diciptakan oleh Erwin Ferdyansah, di menit ke 14 babak pertama.
Erwin sukses membobol gawang Persibas melalui sundulan kepala setelah memanfaatkan kesempatan sepak pojok.
Sepanjang pertandingan, Persibas beberapa kali berpeluang besar untuk membalas kekalahan. Namun kesempatan yang ada tidak tereksekusi dengan sempurna yang menjadikan gol.
Permainan kedua tim berjalan keras dan ketat. Terlebih ketika lapangan diguyur hujan deras sampai akhir pertandingan. Sayangnya, keberuntungan masih berpihak ke Persak Kebumen. Hingga peluit panjang berbunyi, kedudukan masih 0-1, untuk kemenangan Persak.
Persibas Banyumas masih berpeluang untuk maju ke babak selanjutnya, yakni babak 4 besar. Hanya saja jalan untuk menuju gerbang itu cukup berat.
Sebab, Persibas harus mampu mengungguli Persak di kandangnya, pada leg kedua babak 8 besar ini.
Asisten Persibas Anda Ali menyampaikan, persiapan finishing masih menjadi PR bagi Skuad Persibas. Meskipun setiap latihan hal itu selalu menjadi hal yang ditekankan.
“Banyak peluang, tapi eksekusi belum maksimal,” katanya.
Mengenai kondisi cuaca, yang hujan deras saat pertandingan, dan berdampak pada kondisi lapangan, Abda tidak ingin berkomentar soal itu.
Tetapi, dia mengakui jika penampilan Skuad Persibas saat melawan Persak, memang kurang tenang. “Permainan yang kurang tenang iya, jadi terlihat buru-buru ingin membalas kekalahan,” kata dia.
Sementara itu, pelatih Persak, Gatot Barnowo mengakui kekuatan Persibas pada pertandingan tersebut. Dia menilai, diluar karena upaya para pemain, satu-satunya gol adalah sebagai keberuntungan bagi Persak.
“Kebetulan hoki ada di Kebumen, saya akui kekuatan Persibas,” katanya, saat konferensi pers usai pertandingan.
Dia menjelaskan, pasa pertandingan tandang di Banyumas, dia memang sengaja untuk memberi porsi lebih untuk bertahan, dibanding membombardir serangan.
Sementara, untuk menghadapi pertandingan berikutnya, Gatot tidak berencana merubah strategi. “Kami tidak ada mengubah strategi. Tetapi di kandang, mungkin kami tidak 60 persen defense, tapi mungkin 50:50 yah,” kata dia.