
SERAYUNEWS – Sepuluh hari terakhir Ramadan merupakan waktu yang istimewa karena di dalamnya ada malam Lailatul Qadar. Umat muslim biasanya akan berburu malam yang lebih mulia dari 1000 bulan itu dengan melaksanakan itikaf atau berdiam diri di masjid.
Menyambut hal itu, Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI) Kabupaten Banjarnegara bekerjasama dengan berbagai elemen akan menggelar Itikaf Dauroh Quran Metode Gaza untuk para pelajar dan mahasiswa di Banjarnegara.
Tak hanya beritikaf, nantinya para peserta juga akan berlatih menghafal Quran dengan metode yang dipakai oleh penduduk Gaza Palestina.
Sebagai pemanasannya, akan digelar kegiatan pembuka, Minggu, 1 Maret 2026 di Masjid At Taqwa, Pungkuran, Gayam, Banjarnegara dengan menghadirkan langsung Syaikh Taher Fattouh dari Gaza Palestina.
Ketua AGPAI Banjarnegara Yusman mengungkapkan kegiatan ini merupakan kegiatan perdana AGPAI dalam rangka meningkatkan kedekatan siswa dengan Quran di bulan Ramadan.
“Untuk pembukaan besok, sifatnya umum untuk seluruh masyarakat Banjarnegara. Kita juga akan menggalang donasi untuk Palestina. Namun untuk itikaf, kita khususkan untuk pelajar dan mahasiswa,” katanya, Selasa (24/2/2026).
Secara teknis, tambah Yusman, pihaknya nanti juga akan melibatkan LTQ Cahaya Hati untuk pelaksanaan pelatihan hafalan Quran selama itikaf dilaksanakan.
“Kita tentu takjup dengan masyarakat Palestina yang dalam situasi perang namun banyak warganya yang menghafalkan Quran. Bahkan di sana ada program satu rumah satu ahli Quran. Kita ingin agar di Indonesia yang damai ini, anak-anak kita lebih banyak lagi yang menghafalkan Quran. Dengan metode yang tepat, kita yakin bisa melakukannya,” katanya.
Untuk menyukseskan acara tersebut, AGPAI melaksanakan rapat koordinasi dengan Rohis Banjarnegara (Rohiba). Nantinya para pengurus Rohiba akan menjadi panitia teknis kegiatan itikaf.
Pembina Rohiba Priliansyah mengungkapkan kegiatan ini sangat positif bagi para pelajar dalam rangka mengisi libur Ramadan.
“Mereka nanti bisa berlatih mengorganisir acara, dan tentunya menghidupkan kebiasaan Rosulullah dalam beritikaf di sepuluh hari terakhir Ramadan. Kita targetkan 200 peserta mengikuti kegiatan itikaf ini,” kata Priliansyah.