
PURBALINGGA, SERAYUNEWS-Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Purbalingga mencapai 5,35 persen di triwulan I 2026. Kondisi tersebut, didorong oleh menguatnya konsumsi rumah tangga seiring kenaikan UMP, pencairan THR, penyaluran stimulus pemerintah, dan meningkatnya aktivitas ekonomi selama long festive season.
Di sisi lain, berlanjutnya proyek strategis pemerintah dan swasta serta masuknya periode panen raya turut menopang pertumbuhan melalui peningkatan aktivitas investasi, konstruksi, dan sektor pertanian.
Demikian disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto, Christoveny, saat Press Release Perkembangan Ekonomi dan Program Bank Indonesia Kantor Perwakilan Purwokerto, Selasa (7/7/2026).
“Berdasarkan sektor ekonomi utama, di Kabupaten Purbalingga pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian -1,55 persen, industry pengolahan 6,35 persen, perdagangan 5,45 persen dan konstruksi 14,44 persen,” paparnya.
Sedangkan berdasarkan pengeluaran, di Kabupaten Purbalingga konsumsi rumah tangga 4,94 persen, konsumsi pemerintah 20,06 persen dan investasi 9,14 persen. Terkait Inflasi di wilayah Cilacap dan Purwokerto pada Juni 2026 terutama didorong oleh penyesuaian harga BBM nonsubsidi, kenaikan harga bawang merah akibat terbatasnya pasokan, naiknya harga bawang putih karena peningkatan biaya impor, serta meningkatnya biaya rekreasi selama periode libur sekolah.