
SERAYUNEWS – Ajang Pekan Olahraga Provinsi XVII Jateng 2026 dipastikan menjadi pesta olahraga terbesar di Jawa Tengah tahun ini.
Sebanyak 10.528 atlet dan pelatih dari 35 kabupaten/kota akan ambil bagian dalam kompetisi yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
Sebanyak 59 cabang olahraga (cabor) dengan 830 nomor pertandingan akan dipertandingkan.
Skala tersebut menempatkan Porprov XVII 2026 sebagai salah satu multi-event olahraga tingkat provinsi paling masif sepanjang sejarah Jawa Tengah.
Ketua KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menegaskan bahwa Porprov bukan sekadar agenda rutin empat tahunan, melainkan ajang kehormatan sekaligus tolok ukur pembinaan prestasi olahraga di daerah.
“Insyaallah digelar Oktober 2026 dan diikuti seluruh kabupaten/kota. Ini momentum kebangkitan olahraga Jawa Tengah,” ujarnya.
Dalam kejuaraan multi-event olahraga empat tahunan ini, sebagian besar pertandingan akan dipusatkan di kawasan Semarang Raya. Namun, beberapa cabang olahraga tetap digelar di luar kawasan tersebut.
Cabang aeromodeling dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Blora, sementara balap sepeda akan digelar di Kota Surakarta.
Untuk seremoni, upacara pembukaan direncanakan berlangsung di Kota Semarang, sedangkan penutupan akan dilaksanakan di Kabupaten Kendal.
Dengan sebaran venue tersebut, penyelenggaraan Porprov XVII 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi daerah.
Lebih dari sekadar kompetisi olahraga, Porprov XVII 2026 juga diproyeksikan sebagai simulasi penyelenggaraan event nasional. Jawa Tengah tengah mempersiapkan diri untuk mencalonkan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional 2032.
Menurut Sujarwanto, berbagai aspek teknis telah dimatangkan, mulai dari pembentukan panitia besar, penyusunan timeline, hingga proses sayembara logo dan maskot.
Tiga nominasi logo dan maskot telah mendapat persetujuan gubernur, dan pemenangnya akan diumumkan pada 9 Maret 2026.
“Kami mulai menggalang dukungan untuk bidding tuan rumah PON 2032. Dukungan penuh pemerintah provinsi menjadi faktor kunci,” katanya.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Porprov XVII 2026 sekaligus proses pencalonan PON 2032.
Ia meminta seluruh perangkat daerah bergerak cepat memastikan kesiapan teknis maupun nonteknis.
“Atlet-atlet kita harus dijaga dan dilindungi dengan baik. Koordinasikan semua kebutuhan agar tidak ada yang terhambat,” katanya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah, M Masrofi, menambahkan bahwa Porprov XVII juga menjadi bagian dari konsolidasi kekuatan olahraga Jawa Tengah menuju Pekan Olahraga Nasional 2028.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, KONI, dan sektor swasta dinilai menjadi kunci agar penyelenggaraan berjalan profesional sekaligus memberi dampak ekonomi yang luas.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memberikan tali asih kepada atlet berprestasi pada 5 Maret 2026. Penghargaan tersebut diberikan kepada peraih medali pada ajang SEA Games Thailand, Pekan Olahraga Pelajar Nasional, serta Pekan Paralimpik Nasional.
Sementara itu, atlet peraih medali ASEAN Para Games akan menerima penghargaan pada tahap berikutnya.
Dengan dukungan politik yang solid, jumlah peserta yang sangat besar, serta kesiapan teknis yang terus dimatangkan, Porprov XVII 2026 tidak hanya menjadi pesta olahraga tingkat provinsi. Ajang ini juga menjadi panggung pemanasan strategis bagi Jawa Tengah untuk tampil sebagai kandidat kuat tuan rumah PON 2032.