
SERAYUNEWS – Suasana hangat terasa di Aula SD LB di Jl. Ketapang, Cilacap, Jumat (10/4/2026). Sebuah forum diskusi, Focus Group Discussion (FGD) Program Disabilitas Berkarya dan Berdaya (Diskara) menjadi ruang berbagi harapan, semangat, dan mimpi bagi para penyandang disabilitas untuk terus tumbuh dan mandiri.
Kegiatan yang digelar PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap bersama Yayasan Dipa Mandiri Nusantara ini menghadirkan wajah lain dari pemberdayaan yang lebih dekat, lebih manusiawi, dan penuh optimisme.
Di antara percakapan yang mengalir, terpajang berbagai karya kerajinan hasil tangan para peserta. Dari sanalah cerita-cerita tentang ketekunan dan daya juang seakan berbicara.
Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, melihat langsung potensi besar yang dimiliki para peserta. “Kami melihat bapak ibu memiliki kemampuan dan potensi yang sangat tinggi,” ujarnya optimistis.
Baginya, karya-karya yang dihasilkan bukan sekadar produk, melainkan bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan memiliki nilai ekonomi.
Lebih dari itu, Pertamina ingin hadir bukan hanya dalam momen seremonial, tetapi sebagai pendamping yang konsisten dalam perjalanan pemberdayaan. “Kami ingin terus mendampingi, tidak hanya pada momen tertentu, tetapi berkelanjutan,” tambahnya.
Senada dengan itu, Ketua Yayasan Dipa Mandiri Nusantara, Sugeng Paijo, menegaskan paradigma terhadap disabilitas harus terus diubah, dari sekadar penerima bantuan menjadi pelaku utama perubahan.
“Kami ingin teman-teman disabilitas tidak hanya menjadi objek, tetapi menjadi subjek yang mandiri, tanpa melihat perbedaan dari sisi apa pun,” tuturnya.
Menurutnya, pemberdayaan tidak bisa berjalan sendiri. Ia harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan banyak pihak, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya.
Semangat kolaborasi itu juga mendapat apresiasi dari Pemkab Cilacap. “Kami menilai sinergi ini sebagai langkah nyata dalam menghadirkan ruang yang lebih inklusif,” kata Sardi, Tim Pekerja Sosial Ahli Muda Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Cilacap.
Di ruang sederhana itu, harapan kecil dirajut menjadi kekuatan besar. Bahwa setiap individu, dengan segala keterbatasannya tetap memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, berdaya, dan berdiri dengan percaya diri.
FGD ini bukan sekadar pertemuan, tetapi awal dari langkah panjang menuju kemandirian, bersama, setara, dan bermakna.