Senin, 18 Oktober 2021

Produksi Kapulaga di Purbalingga Capai 2.080 Ton per Tahun, Petani Diharap Bisa Lakukan Ekspor Mandiri

Bupati Purbalingga mengunjungi salah satu perkebunan Kapulaga. (Amin)

Kabupaten Purbalingga sudah sangat dikenal dengan kawasan industri rambut dan knalpot. Selain itu, potensi di sektor pertanian di wilayah lereng timur Gunung Slamet ini juga sangat bagus. Satu di antaranya adalah kapulaga. Ada lahan sekitar 1.200 hektar dengan produksi sekitar 2.080 ton per tahun. Melihat potensi ini, Pemkab Purbalingga mendorong para petani bisa melakukan ekspor produknya.


Purbalingga, serayunews.com 

Kepala Dinas Pertanian Mukodam menyampaikan, luas lahan kapulaga di Kabupaten Purbalingga sekitar 1.200 hektar dengan produksi sekitar 2.080 ton per tahun. Luas lahan kapulaga di wilayah Kecamatan Rembang hampir mencapai 900 ha.

“Khusus di Desa Gunungwuled luas lahan kapulaga 180 ha dengan produksi 800 kg kapulaga kering per hektar, dengan kadar air sekitar 14 – 20 persen,” katanya, Selasa (5/10/2021).

Karena memiliki lahan paling luas, Kecamatan Rembang menjadi sentra kapulaga di Purbalingga. Meskipun ada wilayah lain yang memproduksi jenis tanaman rempah ini. Di antaranya wilayah Kecamatan Karangmoncol dan Karangjambu.

“Pemasaran produksi kapulaga Gunungwuled sudah dikirim ke luar daerah, termasuk ke PT Sidomuncul. Bahkan kapulaga dari Purbalingga sudah dipasarkan ekspor ke Turki. Selama ini kapulaga yang termasuk tanaman rempah, dijadikan sebagai bahan baku industri jamu, industri minuman aromatic dan lainnya,” kata Mukodam.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, mengatakan bahwa Pemerintah pusat saat ini tengah mendorong ekspor. Pihaknya telah menyiapkan dana bergulir untuk mengembangkan potensi daerah yang dapat diekspor. Langkah ini merupakan upaya pemulihan ekonomi akibat Pendemi Covid-19.

“Saya mendorong lebih banyak petani yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) dapat melakukan ekspor secara langsung tanpa melalui perantara atau sebagai eksportir mandiri,” kata Tiwi.

Belum lama ini telah dikukuhkan pengurus dan angggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) petani milenial Kapulaga Desa Gungung Wuled Kecamatan Rembang. Pemkab Purbalingga meminta kelompok tersebut mampu mengekspor kapulaga hingga ke manca negara. Seperti yang telah dilakukan KUB Gula Kristal Organik di desa Bumisari Kecamatan Bojongsari.

“Pemerintah daerah, sampai pemerintah pusat harus mensupport, harus memberikan fasilitasi agar potensi-potensi lokal dari petani milenial dapat berdaya saing, bisa melakukan ekspor sendiri dan berdampak pada kesejahteraan petani,” ujarnya.

Dengan dikukuhkannya KUB Kapulaga menjadikan Desa Gunungwuled Rembang menjadi desa tematik kapulaga. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Purbalingga yang mengharapkan setiap desa memiliki potensi unggulan. Dan menjadikan potensi unggulan tersebut dijadikan tematik desa yang bersangkutan.

“Saya menginginkan masing-masing desa di Kabupaten Purbalingga memiliki satu keunggulan, yang harapannya satu keunggulan ini tidak dimiliki oleh desa-desa lain,” kata Tiwi.

Pengukuhan pengurus KUB Kapulaga dan pengurus paguyuban pemuda peternak kambing Prima Jaya Minda dilakukan oleh kades Gunungwuled Latif, disaksikan Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, Kepala Dinas Pertanian Mukodam, Kepala DLH Priyuo Satmoko, dan Kabag Humas Protokol Prayitno. KUB Kapulaga diketuai Sukirman dan ketua paguyuban pemuda peternak kambing, Zaenal Arifin.

Berita Terkait

Berita Terkini