
SERAYUNEWS – Achmad Muchtasyar resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.
Dalam menjalankan tugas barunya, ia didampingi Drajat Sulistyo sebagai Wakil Direktur Utama, Selasa (24/02/2026).
Penunjukan ini menandai babak baru kepemimpinan di tubuh BUMN kepelabuhanan tersebut.
Sosok Achmad dikenal memiliki rekam jejak panjang di sektor energi, khususnya minyak dan gas bumi (migas), serta pengalaman strategis di lingkungan BUMN.
Perubahan susunan direksi Pelindo menjadi sorotan karena perusahaan ini memegang peran sentral dalam sistem logistik nasional.
Sebagai operator pelabuhan terbesar di Indonesia, Pelindo menjadi gerbang utama arus barang ekspor dan impor yang turut memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.
Achmad Muchtasyar memiliki latar belakang pendidikan multidisipliner. Ia menempuh pendidikan di bidang Teknik Perminyakan, kemudian memperdalam keilmuan di Teknik Industri, serta Ilmu Hukum.
Kombinasi tiga disiplin ilmu tersebut menjadi modal penting dalam memimpin perusahaan besar yang bergerak di sektor strategis seperti kepelabuhanan dan logistik nasional.
Dengan dasar teknik, manajerial, dan hukum, Achmad dinilai memiliki perspektif komprehensif dalam pengambilan kebijakan, baik dari sisi operasional, tata kelola, maupun aspek regulasi.
Latar belakang Teknik Perminyakan memberinya pemahaman teknis mengenai industri energi yang erat kaitannya dengan distribusi dan infrastruktur.
Sementara itu, keilmuan Teknik Industri memperkuat kapasitasnya dalam efisiensi sistem, manajemen proses, serta optimalisasi kinerja perusahaan.
Adapun pemahaman di bidang Ilmu Hukum menjadi nilai tambah dalam memastikan tata kelola perusahaan berjalan sesuai regulasi.
Hal ini penting mengingat Pelindo merupakan BUMN yang beroperasi dalam kerangka hukum dan kebijakan pemerintah.
Sebelum dipercaya memimpin Pelindo, Achmad Muchtasyar menjabat sebagai Wakil Direktur Utama di PT Pertamina Patra Niaga.
Perusahaan tersebut merupakan subholding komersial dan perdagangan dari PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang distribusi dan niaga energi.
Dalam peran tersebut, Achmad terlibat dalam pengelolaan distribusi energi ke berbagai wilayah Indonesia. Pengalaman ini memperkaya wawasannya dalam mengelola rantai pasok berskala nasional yang kompleks dan dinamis.
Selain di lingkungan korporasi, Achmad juga pernah mengemban amanah sebagai Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Posisi tersebut menempatkannya pada peran strategis dalam perumusan kebijakan dan pengawasan sektor migas nasional.
Sebagai Dirjen Migas, ia bersentuhan langsung dengan regulasi, pengawasan produksi, hingga distribusi energi nasional.
Pengalaman sebagai regulator sekaligus eksekutif di sektor bisnis energi membuat Achmad memiliki pemahaman menyeluruh tentang ekosistem industri strategis, mulai dari kebijakan, distribusi, hingga tata kelola korporasi.
Rekam jejak tersebut menunjukkan bahwa ia terbiasa menghadapi tantangan struktural dan kebijakan di sektor vital negara.
Pengalaman lintas sektor ini dinilai relevan untuk memimpin Pelindo yang juga berada di simpul strategis perekonomian nasional.
Sebagai Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar menghadapi tantangan besar dalam memperkuat peran pelabuhan sebagai simpul utama logistik nasional.
Efisiensi layanan pelabuhan menjadi faktor kunci dalam menekan biaya logistik yang selama ini masih menjadi perhatian pemerintah.
Pelindo memiliki peran vital dalam mendukung arus barang ekspor-impor, distribusi domestik, hingga konektivitas antarwilayah di Indonesia.
Transformasi digital, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan integrasi sistem logistik menjadi agenda penting yang perlu dikawal secara konsisten.
Sejak penggabungan empat BUMN pelabuhan pada 2021, Pelindo terus menjalankan program standarisasi layanan, integrasi sistem, dan optimalisasi terminal peti kemas.
Kepemimpinan baru diharapkan mampu mempercepat konsolidasi tersebut agar semakin efisien dan kompetitif di tingkat regional maupun global.
Dengan latar belakang energi dan pengalaman manajerial di BUMN, Achmad diharapkan mampu mendorong efisiensi operasional serta inovasi berkelanjutan.
Kepemimpinannya diharapkan dapat memperkuat daya saing pelabuhan Indonesia sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam memperbaiki sistem logistik nasional.