Senin, 4 Juli 2022

Ramai Eks Orang dengan Gangguan Jiwa Jualan Produk UMKM

Halaman Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Ki Hadjar Dewantoro Solo mendadak ramai, Rabu (15/6). Sejumlah stand berdiri di tempat itu dan menjajakan aneka produk makanan serta kerajinan.


Solo, serayunews.com

Sekilas nampak tak ada yang beda dengan pasar rakyat atau pameran UMKM lainnya. Namun ternyata, hampir semua penjual produk makanan dan olahan kerajinan itu adalah eks orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang pernah mendapatkan perawatan di rumah sakit itu.

Yah, sejak cukup lama para eks ODGJ mendapatkan pendampingan untuk kemandirian ekonomi. Dengan program Duminten Dolan (dinten jumat dodol lan ketemuan/ hari jumat jualan danbertemu), para eks ODGJ itu bisa berjualan dan berbaur dengan masyarakat umum lainnya.

Dalam rangka Bulan Pancasila dan Bulan Bung Karno, para eks ODGJ itu berjualan tiap hari di depan rumah sakit. Sejumlah acara pendampingan juga berlangsung di acara itu.

Baca juga  Seru! Apriyani Rahayu/Fadia Juara Malaysia Open Usai Bekuk Pasangan China

“Saya mendapatkan perawata¬† karena gangguan kejiwaan sejak 1999 lalu. Saya masuk di RSJD Solo ini sejak 2006 dan diberikan pendampingan ini,” kata Sri Haryanto, eks ODGJ yang ikut berjualan.

Berobat selama puluhan tahun, kini kondisi Sri sudah membaik. Ia sehari-hari berjualan aneka makanan. Seperti tahu bacem, tempe bacem, sosis bakar dan lainnya.

“Selain bisa dapat uang, saya juga bisa lebih bersosialisasi masyarakat, di manapun tempat saya berusaha memberikan yang terbaik,” ucapnya.

Ia berharap masyarakat dapat menerimanya dengan tanpa memandang bahwa ia mantan ODGJ. Meski begitu, ia menyadari stigma negatif itu masih ada.

Baca juga  Ratusan Siswa Taruna Nusantara Sambangi Ganjar, Ada Apa?

“Entah masyarakat mau menilai dengan tanggapan yang buruk, hal yang jelek, yang negatif, saya berusaha untuk menerima hal positif saja. Saya terima bahwa saya adalah juga dari rawat rumah sakit jiwa. saya berusaha untuk tidak menyakiti mereka, bersosialisasi masyarakat dengan baik. Semoga kita semua bisa berguna bagi orang tua, keluarga dan bangsa. Saya doakan semuanya agar lebih baik,” tegasnya.

Apresiasi

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi kegiatan untuk kemandirian ekonomi bagi eks ODGJ itu. Dirinya mengatakan akan terus memberikan dukungan agar program itu terus berjalan.

“Ini sangat menarik ya, jadi ketika kawan-kawan dari rumah sakit merawat selama ini ternyata itu tidak cukup. Maka mereka, teman-teman ODGJ, ini mesti ada dorongan agar mandiri. Alhamdulillah tadi saya melihat karya mereka. Ini menurut saya perjalanan yang sangat bagus sehingga fungsi rumah sakit tidak hanya sekadar kita mengobati, tapi juga membuat mereka bisa mandiri,” katanya.

Baca juga  Indeks Persaingan Usaha Jateng di Atas Rata-rata Nasional

Pihaknya mengatakan akan terus melakukan pendampingan. Tidak hanya sekadar membuat produk dan menjual, namun usahanya menjadi lebih baik.

“Nanti dari Dinas Koperasi dan UMKM bisa bantu, kita libatkan marketplace dan kurator agar produk bisa lebih baik. Dengan pendampingan dan bantuan, saya berharap produk-produk mereka bisa jangka panjang dan hidup mereka tidak lagi bergantung pada orang lain,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini