Minggu, 27 November 2022

Ramaikan Liga Santri 2022, 11 Tim Sepak Bola Pondok Pesantren di Wilayah Korem 071 Wijayakusuma Berlaga di GOR Satria Purwokerto

Danrem membuka pertandingan sepak bola Liga Santri 2022 di GOR Satria Purwokerto, Senin (25/7/2022). (Shandi)

Sebanyak 11 tim sepak bola perwakilan pondok pesantren di wilayah Korem 071 Wijayakusuma, berlaga di Liga Santri 2022. Kompetisi sepak bola yang berlangsung di GOR Satria Purwokerto itu untuk mendapatkan tiket ke provinsi guna memperebutkan Piala Kasad 2022.


Purwokerto, serayunews.com

Komandan Korem 071 Wijayakusuma, Kolonel Inf Yudha Airlangga menyampaikan, ada 11 tim yang mengikuti Liga Santri. Sejumlah 11 tim itu dari Kabupaten atau Kota Madya yang berada di wilayah Korem 071 Wijayakusuma.

Pada kesempatan itu, Danrem 071 Wijayakusuma membuka pertandingan tersebut dengan menendang bola pertama. Tendangan pertama itu pada saat jelang pertandingan antara tim asal Tegal melawan santri dari Banjarnegara.

“Liga Santri tingkat Korem ini diikuti oleh 11 tim dari kabupaten maupun kota madya. Nantinya akan memperebutkan piala Kasad. Liga Santri ini berlangsung selama empat hari dari tanggal 25 – 29 Juli 2022,” katanya, Senin (25/7/2022).

Nantinya, juara 1, 2 dan 3, bakal mengikuti pertandingan selanjutnya di tingkat Kodam IV Diponegoro Semarang, Agustus 2022. Kemudian juaranya, akan jadi peserta dalam pertandingan seluruh Kodam di Jakarta pada bulan September 2022 mendatang.

“Nanti akan hadir Presiden, PSSI, dan ini merupakan program Bapak Kasad,” katanya.

Pemain atau santri boleh tergabung dalam tim yang bertanding, yakni kelahiran tahun 2004 hingga tahun 2006. Mereka merupakan perwakilan dari masing-masing pondok pesantren yang ada di bawah asuhan Kodim jajaran Korem 071 Wijayakusuma.

“Harapannya dari program Bapak Kasad ini, dapat menanamkan wawasan kebangsaan serta mempererat tali siltaruhanmi,” ujarnya.

Kepala Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani menjelaskan, bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan positif tersebut. Apalagi, yang mengikutsertakan anak-anak remaja dalam kegiatan yang positif.

“Harapannya bisa mengembangkan bakat, menjadi bukti juga bahwa pesantren santrinya tidak hanya memperlajari ilmu akhirat semata, tetapi juga ilmu duniawi,” katanya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini