
SERAYUNEWS – Ribuan pengaduan masyarakat Kabupaten Purbalingga masuk melalui layanan pengaduan Lapor Masbup. Mayoritas laporan warga masih didominasi persoalan perbaikan jalan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Purbalingga, R Budi Setiawan, menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Evaluasi Layanan Pengaduan Lapor Masbup di OR Graha Adiguna, Kamis (5/2/2026).
“Sepanjang tahun 2025, tercatat 5.450 pengaduan masuk dan lebih dari 97 persen atau 5.336 aduan berhasil diselesaikan, menunjukkan kuatnya respons pemerintah daerah terhadap kebutuhan warga,” paparnya.
Budi menyebut, jumlah pengaduan masyarakat yang masuk melalui Lapor Masbup meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencatat sekitar 422 laporan.
Lonjakan tersebut dinilai mencerminkan semakin terbukanya komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah, sekaligus menunjukkan meningkatnya kepercayaan warga terhadap kanal pengaduan resmi.
Budi menegaskan, Lapor Masbup merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam menghadirkan layanan pengaduan yang mudah diakses, transparan, dan akuntabel.
“Aplikasi ini tidak hanya menjadi media penyampaian aspirasi, tetapi juga instrumen penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan substansi laporan, aduan masyarakat paling banyak berkaitan dengan kebutuhan dasar, antara lain:
Ketiga sektor tersebut dinilai sangat berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat.
Kepala Bidang Informatika Dinkominfo Purbalingga, Baryati, mengungkapkan kemudahan akses menjadi faktor utama meningkatnya partisipasi warga.
Sekitar 83,7 persen laporan disampaikan melalui WhatsApp Lapor Masbup, yang menunjukkan masyarakat lebih memilih kanal yang praktis dan cepat digunakan.
Pemkab Dorong Lapor Masbup Semakin Berkualitas
Asisten Administrasi Umum Sekda Purbalingga, Siswanto, mewakili Bupati Fahmi Muhammad Hanif, menegaskan kualitas dan kebermanfaatan layanan Lapor Masbup harus terus ditingkatkan.
“Saya sepakat Lapor Masbup dari tahun ke tahun harus semakin baik dan semakin bermanfaat. Orientasi utamanya adalah membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat sehingga mereka merasakan kehadiran pemerintah yang responsif dan berkeadilan,” katanya.
Ia menekankan, pengaduan masyarakat tidak boleh berhenti pada tahap respons semata, tetapi harus dikelola dan dianalisis sebagai dasar perbaikan penyelenggaraan pemerintahan.
Menurutnya, data pengaduan dapat menjadi pijakan dalam merumuskan langkah dan kebijakan, sekaligus membantu mengantisipasi potensi persoalan pelayanan publik sejak dini.
Pemanfaatan Lapor Masbup secara optimal dinilai menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kepercayaan publik, serta membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Purbalingga berharap Lapor Masbup terus berkembang sebagai layanan pengaduan yang responsif dan berdampak nyata bagi masyarakat.