
CILACAP, SERAYUNEWS– Sebuah rumah milik warga di Dusun Tegalsari, Desa Tegalsari, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, ludes terbakar pada Minggu (2/8/2026) siang.
Kebakaran diduga dipicu penggunaan elemen listrik untuk memasak air yang ditinggalkan dalam keadaan masih menyala.
Meski bangunan rumah mengalami kerusakan berat, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arief Widodo, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 14.25 WIB.
“Dugaan penyebab kebakaran berasal dari penggunaan elemen listrik untuk memasak air,” ujarnya.
Menurut Gatot, peristiwa bermula sekitar pukul 14.00 WIB ketika pemilik rumah, Rojimin, memasak air menggunakan elemen listrik. Setelah itu, ia meninggalkan peralatan tersebut dan mengobrol bersama anak serta tetangganya di depan rumah.
Tak berselang lama, Rojimin mendengar suara letupan menyerupai petasan dari arah belakang rumah. Saat diperiksa, api sudah membesar dan membakar bagian rumah.
“Sesampainya di belakang rumah, api sudah membesar. Korban kemudian berteriak meminta pertolongan warga dan laporan diteruskan ke Pos Damkar Sidareja,” ujar Gatot.
Setelah menerima laporan, personel Pos Damkar Sidareja langsung mengenakan alat pelindung diri (APD) dan menuju lokasi kejadian. Waktu respons petugas tercatat sekitar lima menit sejak laporan diterima.
Sesampainya di lokasi, petugas mendapati kobaran api telah membesar dan menghanguskan bangunan rumah. Tim Damkar bersama personel Polsek Sidareja, BPBD, dan warga segera melakukan pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan di sekitarnya.
“Kurang lebih dalam waktu 10 menit api berhasil dipadamkan. Setelah itu petugas melaksanakan pendinginan, pendataan, dan penyusunan laporan,” jelasnya.
Dalam proses pemadaman, petugas menghabiskan sekitar 6.000 liter air. Operasi tersebut melibatkan personel Pos Damkar Sidareja, Polsek Sidareja, PKBD BPBD Sidareja, serta masyarakat sekitar.
Akibat kebakaran tersebut, rumah milik korban mengalami kerusakan berat dengan estimasi kerugian sekitar Rp50 juta.
Beruntung tidak ada korban luka maupun korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Gatot mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan peralatan listrik yang menghasilkan panas, termasuk elemen listrik untuk memasak air.
“Pastikan peralatan listrik yang digunakan tetap dalam pengawasan dan segera dimatikan setelah selesai digunakan. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan permukiman,” pungkasnya.