
SERAYUNEWS-Satu jemaah haji asal Kabupaten Purbalingga yang tergabung dalam kloter 69, Santosa Partowiyono, dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (28/5/2026) pukul 16.00 Waktu Arab Saudi (WAS) di Rumah Sakit Saudi Jerman, Mekkah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kankemenhaj) Kabupaten Purbalingga, Ani Mufarakhakh, mengonfirmasi kabar duka tersebut berdasarkan laporan langsung dari ketua kloter.
Jemaah asal Kelurahan Penambongan ini meninggal dunia setelah menjalani serangkaian perawatan medis akibat stroke. “Menurut laporan dokter kloter, awalnya almarhum terindikasi gejala vertigo sejak di pesawat. Setelah diobservasi di hotel dan gejala stroke semakin jelas, almarhum langsung dirujuk ke rumah sakit,” ungkapnya.
Almarhum sempat dirawat di ICU beberapa hari, pindah ke ruang perawatan biasa, namun terpaksa kembali masuk ICU menjelang puncak ibadah haji.Ani memastikan ibadah haji almarhum telah dibadalkan (digantikan) saat puncak pelaksanaan haji, sehingga almarhum akan tetap mendapatkan sertifikat haji dari kementerian.
Jenazah almarhum akan dikebumikan di Arab Saudi, sementara seluruh urusan asuransi akan diselesaikan oleh pihak Kemenhaj.”Mohon doanya semoga Bapak Santosa meninggal husnulkhatimah, diampuni dosanya dan diterima amal ibadahnya,” ujar Ani.
Selain kabar duka tersebut, Ani juga melaporkan tiga jemaah kloter 69 lainnya yang membutuhkan penanganan medis di rumah sakit. Masing-masing Madiarjo, yang saat ini tengah dirawat intensif di ICU El Wadi Hospital karena mengalami syok septis pneumonia, Sarkini yang saat ini masih dirawat di RS An Nur, serta Suhada. “Namun Sarkini dan Suhada sudah membaik,” lanjutnya
Ani meminta seluruh jemaah haji asal Purbalingga untuk terus menjaga kesehatan dan memperbanyak minum air putih. Para jemaah juga diminta untuk disiplin menaati seluruh instruksi yang diberikan oleh dokter kloter dan tim kesehatan.