Minggu, 19 September 2021

Sekolah Tatap Muka di Banyumas Sudah Dimulai, Kantin Ditutup, Tak Boleh Jajan di Luar

Ujicoba ptm di SMP N 1 Kalibagor. (Shandi)

Mulai Rabu (1/9), sejumlah sekolah di Kabupaten Banyumas mulai melaksanakan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Sekolah yang menjadi pilot project tersebut hanya diberikan jatah maksimal 50 persen dari kapasiswa siswa yang ada. Di sisi lain, para siswa saat ini tengah menunggu vaksinasi bagi para siswa.


Purwokerto, serayunews.com

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kalibagor, Sugeng Kahanan mengatakan, sekolahnya yang menjalani uji coba PTM melaksanakan pembelajaran seperti biasa. Sekolah masuk mulai pukul 07.00 WIB, dengan kapasitas 50 persen jumlah siswa yang ada.

“Total siswa di sini itu ada 786 anak, jadi setiap hari kita buka satu tingkat, besok kelas delapan, besoknya lagi kelas tujuh. Kalau nanti sudah dibuka semua akan dibagi (masing-masing kelas, red) 50 persen,” ujar dia.

Terkait vaksinasi untuk para siswa, Sugeng berharap semuanya mendapatkan jatah vaksinasi. Meski demikian dirinya bersyukur ratusan siswanya sudah mendapatkan vaksinasi yang bakal dilakukan dalam waktu dekat ini.

“Kemarin dari BIN menjatah vaksin 250 anak. Kita semuanya berharap semuanya bisa diberikan vaksin. Kalau guru dan pesuruh kebetulan sudah divaksin semua,” katanya.

Lanjut Sugeng, protokol yang wajib dipenuhi para anak yakni mereka yang berangkat sekolah tidak boleh jajan makanan di luar sekolah. Kemudian mereka hanya diperbolehkan untuk istirahat 15 menit dan kantin sekolah juga tidak dibuka. Kemudian setelah selesai kegiatan belajar mereka wajib jemput hal tersebut berlaku pada saat pemberangkatan ke sekolah.

Sementara itu menurut Kepala SMP N 9 Purwokerto yang juga menjadi pilot project PTM, Heri Nuyanto mengatakan bahwa untuk uji coba kali ini hanya ada 400 siswa yang berangkat dari total 800 siswa.

“Mereka yang masuk sekolah, kita kenalkan bagaiamana menjalankan prokes, kemudian saat beraktivitas di sekolah serta saat menunggu jemputan dari orang tua, kita akan mengawasi di depan sekolah agar mereka tidak bergerombol,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini