Minggu, 19 September 2021

Selama PPKM Level 3, Harga Kebutuhan Pokok di Cilacap Diprediksi Stabil

Pedadang pasar. (Irfan)

Memasuki hari kedua pelaksanaan PPKM Level 3 di Kabupaten Cilacap, sejumlah harga bahan kebutuhan pokok terpantau stabil. Kenaikan hanya terjadi pada minyak goreng curah sebesar seribu rupiah per Kilogram-nya. Bahkan, pihak Pemkab Cilacap memprediksi harga stabil ini akan terjadi sampai PPKM Level 3 selesai.


Cilacap, serayunews.com

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Cilacap Titi Suwarni mengatakan, harga kebutuhan pokok dalam dua hari terakhir terpantau stabil, bahkan harga rata-ratanya pun sama. Jika dibandingkan dengan sehari sebelum pelaksanaan PPKM Level 3, kenaikan harga hanya terjadi pada minyak goreng curah, itu pun sebesar seribu rupiah.

“Harga sangat stabil, malah tidak ada kenaikan ataupun penurunan sama sekali dalam dua hari ini. Harga daging ayam broiler saja saat ini sekitar 25 ribu rupiah, sangat normal,” katanya kepada serayunews.com, Selasa (27/7/2021).

Titi menjelaskan, harga stabil juga terjadi pada beras IR46 yakni sebesar Rp 8.800,- per Kilogramnya, kemudian gula pasir curah Rp 13.800,- lalu minyak goreng curah Rp 14.800,- serta daging sapi sebesar Rp 128.000,- dan telur ayam ras Rp 23.000,- per Kilogramnya.

Hal serupa juga terjadi pada harga kacang kedelai lokal yakni Rp 15.000,- per Kilogramnya. Selain itu harga cabai rawit merah dan hijau pun tetap sama, yakni sebesar Rp 29.600,-dan 19.600,- per Kilogramnya. Serta bawang merah sebesar Rp 36.600,- dan bawang putih kating sebesar Rp 25.600,- per Kilogramnya.

“Harga stabil ini kami prediksi akan terjadi hingga selesainya PPKM Level 3 nanti, atau pada 2 Agustus 2021. Karena kebijakan PPKM ini sedikit-banyak mempengaruhi harga setiap bahan makanan. Namun untuk PPKM Level 3 kami memang sudah persiapkan, sehingga harganya stabil,” ungkapnya.

Titi menuturkan, pihaknya juga akan terus melakukan pemantauan dan mengoordinasikan dengan para distributor. Apalagi selama rangkaian PPKM darurat dan Level 3 ini, ditambah hari raya Iduladha kemarin, pihaknya memang bekerja lebih ekstra dalam mengontrol harga kebutuhan pokok.

“Pemantauan harga setiap hari dilakukan, minimal di 3 pasar wilayah kota. Bahkan harga rata-rata sudah kami rekap sebelum jam 10.00 pagi, supaya jika ada harga yang melambung, langsung menghubungi distribuor agar menambah pasokannya,” jelasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini