SERAYUNEWS – Tokoh senior PDI Perjuangan di Jawa Tengah, Willem Tutuarima, menilai dengan melihat kondisi politik saat ini, maka perlunya memperkuat solidaritas dan meningkatkan komitmen kader partai.
Selain itu juga diperlukan kaderisasi yang baik dan beretika, sehingga bisa terus menciptakan regenerasi. Hal itu menjadi salah satu upaya penting menghindari adanya perpecahan. Baik karena kepentingan pribadi maupun pengaruh eksternal.
“Jangan ada yang berjalan sendiri-sendiri. Organisasi ini punya aturan. Setiap keputusan harus melalui mekanisme partai, dari tingkat bawah hingga atas,” kata Willi, melalui siaran tertulis yang diterima Serayunews.com, Selasa (25/03/2025) malam.
Dia merefleksikan perjalanan politik PDI pada masa silam. Tekanan dan tantangan dinamika politik, justru memperkuat semangat perjuangan kader partai. Kader PDIP harus memiliki loyalitas tunggal terhadap keputusan partai dan tunduk pada garis komando yang telah ditetapkan oleh Ketua Umum.
Dia menilai, saat ini ada kader yang kurang patuh terhadap Ketua Umum dan tidak menjalankan arahan partai dengan disiplin. Menurutnya, kader semacam itu perlu mendapatkan pembinaan agar tetap berada dalam garis perjuangan partai.
“Satu komando, satu barisan. Itu harga mati. Tanpa itu, partai ini akan kehilangan kekuatan utamanya,” ucapnya.
Sebagai pesan kepada generasi muda PDIP, Willem menekankan pentingnya militansi yang dibarengi dengan pemahaman ideologi.
“Jangan ragu untuk masuk politik. Anak muda harus punya semangat, tetapi juga harus paham arah perjuangan partai. Kalau kita bersatu, tidak ada yang bisa menggoyahkan PDI Perjuangan,” kata dia.
Willem menambahkan, rusaknya demokrasi saat ini menurutnya merupakan dampak dari tidak ditegakkannya aturan hukum yang adil dan tegas. Ia menegaskan bahwa hukum seharusnya menjadi panglima, bukan alat kepentingan kelompok tertentu.
“Hukum saat ini masih tajam ke bawah, tumpul ke atas. Selama hukum tidak ditegakkan secara adil dan benar, jangan harap demokrasi kita bisa berjalan dengan baik,” ujar Willem
Menurutnya, demokrasi Pancasila yang diperjuangkan oleh PDI Perjuangan haruslah berlandaskan pada keadilan hukum. Jika hukum terus dikendalikan oleh kepentingan tertentu, maka demokrasi hanya menjadi alat bagi segelintir elit politik.
“Kita butuh ketegasan dalam menegakkan hukum. Jangan sampai ada keputusan yang dibuat hanya karena tekanan atau kepentingan politik sesaat. Kalau hukum bisa ditegakkan dengan benar, maka demokrasi kita juga akan berjalan sesuai dengan cita-cita reformasi,” katanya.